ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu RI Beberkan Sederet Solusi Atasi 3 Krisis Dunia

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 10:24 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Retno LP Marsudi
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Retno LP Marsudi menyampaikan sejumlah solusi guna mengatasi krisis dunia saat ini. Menlu kembali menyoroti masalah ketersediaan pupuk di pasar global hingga arsitektur kesehatan dunia.

Menlu RI, dalam rangkaian High-Level Week atau Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB, menghadiri pertemuan terbatas Champions of the Global Crisis Response Group on Food, Energy and Finance (GCRG), Rabu (21/9/2022). GCRG dibentuk oleh Sekretaris Jenderal PBB pada 14 Maret 2022 sebagai forum koordinasi antarbadan PBB guna merumuskan aksi mengatasi ketiga krisis, yakni pangan, energi, dan keuangan, melakukan analisis data krisis, serta mendorong kerja sama untuk implementasi solusi.

Pada forum tersebut, Menlu Retno menegaskan kembali pentingnya reintegrasi pupuk ke pasar global. Jika tidak, harga pupuk dunia akan semakin tinggi dan krisis akan memburuk, yang akan mendorong miliaran orang jatuh ke jurang kelaparan.

"Semangat perdamaian dan kolaborasi harus menjadi acuan dalam penanganan triple-crisis yang dihadapi saat ini," kata Menlu Retno.

Masih terkait pupuk, Retno menyebut masalah rantai pasokan harus segera diatasi karena dapat menjadi ancaman lebih besar di masa mendatang jika tak ada aksi nyata. Indonesia, sebagai Presiden G20, terus berupaya mencari solusi nyata menanganinya.

Presidensi Indonesia juga mendorong pembentukan Financial Intermediary Funding for Pandemic Prevention, Preparedness, and Response (FIF), yang hingga saat ini telah terkumpul komitmen dana sebesar USD 1,4 miliar.

Sekali lagi Menlu Retno menegaskan pentingnya korelasi antara apa yang dibahas dalam forum-forum seperti GCRG ini dan kenyataan di lapangan. GCRG memiliki Steering Committee yang diketuai Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina J Mohammed dan beranggotakan 32 perwakilan badan PBB dan mitra kerjanya.

Selain itu, untuk memberikan advokasi dan memfasilitasi konsensus global terkait aksi pencegahan, mitigasi, dan respons dampak krisis pangan, energi, dan keuangan, Sekjen PBB membentuk Group of Champions, yang terdiri atas enam kepala negara/pemerintahan. Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi merupakan salah satu Champions, bersama Presiden Senegal, Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Denmark, Kanselir Jerman, dan Perdana Menteri Bangladesh.

Pertemuan Maraton

Di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Retno melakukan pertemuan bilateral maraton di Markas PBB. Menlu tercatat bertemu dengan para menlu negara ASEAN hingga perwakilan pemerintah Amerika Serikat.

Pertemuan itu digelar di bilik bilateral di Markas PBB. Menlu Retno terpantau melakukan pertemuan dengan Menlu Filipina, Menlu Laos, dan Menlu Kamboja. Menlu Retno juga bertemu Deputy Menlu AS Wendy Sherman.

Isu yang diangkat masih seputar G20, keketuaan ASEAN oleh Indonesia pada 2023, hingga soal perang di Ukraina yang berkelanjutan.

Menlu Retno belum akan berbicara di Sidang Majelis Umum PBB pekan ini. Retno dijadwalkan menyampaikan pidato mewakili pemerintah Republik Indonesia pada 26 September 2022 di Markas PBB.

Simak juga 'Biden: Rusia Bohong, Salahkan Sanksi Dunia Penyebab Krisis Pangan':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT