Anies Pamer Capaian di DKI: Bikin Drainase Vertikal hingga Kemacetan Turun

ADVERTISEMENT

Anies Pamer Capaian di DKI: Bikin Drainase Vertikal hingga Kemacetan Turun

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 19:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan capaiannya mengubah Kota Jakarta selama hampir 5 tahun terakhir. Anies mengakhiri masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Jakarta pada 16 Oktober mendatang.

Capaian ini dibeberkan Anies ketika mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/9/2022). Anies awalnya membeberkan sejumlah tantangan saat dirinya mulai bertugas sebagai gubernur, seperti predikat kota paling berpolusi, sering terjadi banjir besar, ketimpangan sosial, hingga membeludaknya jumlah kendaraan bermotor.

"Masuk pertama kali di Balai Kota apa tantangan utamanya? Kita punya tantangan utamanya, ada 16 juta motor, ada 3,5 (juta) mobil, penduduknya 11 juta, ini catatan di Polda Metro Jaya. Kita juga menemukan segregasi. Tanpa kita sadari Jakarta tersegregasi, ada kampung, ada kompleks, ada makmur, ada pramakmur, yang itu ada di dalam cluster masing-masing dan satu sama lain tidak terkoneksi," kata Anies, Rabu (21/9/2022).

"Kemudian kita juga tempat kita dimana paling berpolusi walaupun itu bukan dari kita tapi kenyataan itu ada, kemudian tempat yang sering mengalami banjir besar," tambahnya.

Kemudian, sejak 2018 pihaknya memulai agenda mentransformasi Kota Jakarta. Anies mengklaim DKI Jakarta memperoleh capaian dalam transformasi Jakarta menjadi kota global. Yakni sebagai berikut:

1. Pengguna Transportasi Publik Meningkat Signifikan

Anies mengatakan terjadi peningkatan jumlah penumpang selama beberapa tahun terakhir. Anies memerinci, pada 2017 jumlah penumpang tahunan sebanyak 144 juta. Sedangkan pada 2019 angkanya melonjak hingga 288,4 juta.

Kemudian, jumlah penumpang harian pada 2016 sebesar 350.000 dan pada 2020 angkanya melonjak tiga kali lipat menjadi 1.006.579.

"Kalau armada kita nambah, kita nggak usah bangga, karena apa? Karena punya uang untuk beli armada. Kalau penumpangnya naik 3 kali lipat berarti terjadi perubahan perilaku masyarakat dari yang semula naik kendaraan pribadi menjadi naik kendaraan umum. Kan disebut masalahnya jumlah kendaraan pribadi," ujarnya.

2. Cakupan Transportasi Publik

Anies menyebut, pada 2017, cakupan layanan transportasi publik hanya sebesar 42%. Saat ini, cakupan layanannya diperluas hingga 82%.

Dia juga membeberkan penurunan drastis tingkat kemacetan berdasarkan data TomTom sejak 2018-2022. Terlihat, di tahun 2017 Jakarta sempat meraih peringkat ketiga kota termacet di dunia. Kemudian, peringkat Kota Jakarta turun menjadi peringkat ke-46 di tahun 2021.

"Menjadi top 10 bagus kecuali kemacetan. Alhamdulillah 2019 turun jadi 10 lalu tingkat 31 dan sekarang 46 dengan conjunction rate 34 persen menurun dari 58%," terangnya.

3. Pengurangan Emisi-Anugerah Global

Anies juga memamerkan Kota Jakarta mendapat penghargaan Sustainable Transport Award 2021. Selain itu, pada 2020, Jakarta berhasil mencapai pengurangan gas efek rumah kaca hingga 26%. Dia pun optimistis pada 2025 Jakarta mampu mengurangi gas efek rumah kaca hingga 30%.

"Efek rumah kaca yg targetnya 2030 30% berkurang, ini tahun 2020 kita sudah sampai 26%. Jadi tahun 2025 ini sudah akan tercapai," ujarnya.

4. Pengendalian Banjir

Anies mengungkap saat ini pihaknya telah membangun 6 waduk, meningkatkan kapasitas empat sungai utama, membangun lebih dari 28 ribu drainase vertikal, membangun 2 km tanggul pantai, membangun sembilan sistem pompa baru, serta mengeruk lebih dari 2,5 juta m3 lumpur yang terdapat di delapan ruas sungai.

Selain itu, pihaknya menetapkan Key Performance Indicator penanggulangan banjir, di mana banjir ditargetkan surut dalam kurun 6 jam dan memastikan tak ada korban jiwa.

"Plus ada KPI kinerjanya, mudah-mudahan dijaga terus. kalau ada kejadian banjir KPI nomor 1 tidak ada korban jiwa KPI 2 dalam waktu 6 jam sudah surut, 6 jam usai hujan surut," jelasnya.

5. Layanan Air Bersih

Anies menuturkan saat ini pihaknya telah mengoperasikan 102 kios air dan menyediakan 40.800 m3 air untuk 20 ribu keluarga. Bahkan, di tahun ini akan ada penambahan 100 kios air lainnya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan subsidi atas air bersih sebesar Rp 3.500 per m3, dari harga sebelumnya mencapai 32.000 per m3. Pemprov DKI terus memperluas layanan penyediaan air bersih serta memutus swastanisasi air.

"Kita sediakan lebih dari 102 kios air untuk memastikan bahwa kampung kampung sulit air bisa mendapatkan suplai air yang bersih," ujarnya.

6. Penyediaan Hunian

Sebanyak empat jenis hunian disediakan Anies. Di antaranya penataan kampung melalui pembangunan kampung susun di 5 lokasi terdiri dari 612 unit, pembangunan 7.421 unit rusunawa, pembangunan 2.332 unit hunian dengan skema DP nol, serta 359 unit hunian terjangkau di kawasan TOD.

Lihat juga Video: Anies Bolehkan Warga Bangun Rumah Sampai 4 Lantai di Jakarta

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT