ADVERTISEMENT

Anies, Sandiaga dan Andika Perkasa Masuk Radar Capres PKS

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 18:52 WIB
Mardani Ali Sera
Foto: Mardani Ali Sera (detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera berbicara soal figur-figur yang masuk radar pencapresan parpolnya menjelang Pilpres 2024. Mardani mengatakan komposisi tokoh berasal dari sipil dan militer dipertimbangkan untuk diusung.

"Sipil-militer juga masuk. Intinya adalah PKS ingin menjalin sebanyak mungkin tokoh terbaik dari bangsa ini. Tidak hanya dia nasionalis atau religius atau dia militer ataupun sipil tapi kalau dia punya kapasitas," kata Mardani kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

"Mungkin kombinasi sipil, militer, nasionalis religius, itu yang mungkin akan mengorkestrasi bangsa ini dengan baik," katanya.

Mardani lalu menyoroti kondisi perekonomian RI yang masih dalam tahap middle income trap. Menurutnya, pemimpin negeri berikutnya harus memiliki kemampuan yang menguasai secara teknis terkait situasi ekonomi negara.

"Kita sudah terlalu lama di kondisi middle income trap. Dari jaman Pak Harto itu kita disebut Macan Asia, Korea udah melambung jauh, yang lain sudah jauh. Sekarang Bangladesh dan Vietnam sudah melambung jauh," kata Mardani.

"Kita perlu pemimpin yang juga merakyat tapi juga punya kemampuan teknokrasi dan eksekusi yang sistematik," imbuhnya.

Mardani menyebut Menparekraf Sandiaga Uno termasuk salah satu figur yang dipertimbangkan kapasitasnya. Selain itu, dia melirik figur dari kalangan kepala daerah.

"Sandi di antara figur yang punya kapasitas dan sudah membuktikan tapi mostly akan banyak dari kepala daerah. Kementerian bagus, tapi unitnya spesifik. Kalau kepala daerah itu kan tinggal scaling up aja," ujar Mardani.

Sementara, tokoh militer yang masuk radar PKS yakni Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. "Ya sekarang ini kan beliau panglima. Ya karena panglima punya kapasitas," katanya.

Saat ditanya apakah Gubernur DKI Anies Baswedan masuk dalam radar PKS, Mardani enggan bicara gamblang. Namun, secara pribadi dia mengaku tertarik dengan sosok Anies.

"Ha-ha-ha..., kalau saya akan senang. Kalau saya, ya," lanjut Mardani

Mardani kemudian memperkirakan soal lumbung suara figur yang dilirik. Dia mengatakan Anies memiliki basis suara cukup kuat di Jawa Barat. Dengan demikian, figur lainnya yang akan disandingkan dengan Anies harus memiliki lumbung suara di wilayah lain.

"Tentu kita kalau berkoalisi ingin menang kan. Jadi kalau sederhananya kan kolam pilpres cuma tiga, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Kalau Mas Anies katakan kuat di Jawa Barat, maka harus cari calon yg kuat di Jateng atau Jatim. Jangan sampai dua-duanya di kolam yang sama. Itu kan tidak pas, peluang menangnya kecil," katanya.

Meskipun bicara soal nama-nama figur yang santer, Anggota Komisi II DPR ini mengatakan soal pencapresan akan diputuskan oleh Majelis Syuro PKS.

"Ya kan nanti semua boleh ngusulin nanti di majelis syuro akan diputuskan," katanya.

Mardani juga menuturkan sejauh ini pihaknya masih mesra dengan NasDem dan Demokrat terkait rencana pembentukan koalisi. Mardani membeberkan deklarasi koalisi paling lambat pada akhir tahun ini.

"Intens komunikasinya PKS, NasDem, dan Demokrat. Tetapi memang langkah pertama kan membentuk koalisi dulu, baru kemudian capres dan cawapres, yang capres cawapresnya masih ada satu-dua yang harus didiskusikan," ujar Mardani.

"Doakan saja jodoh dan dalam waktu dekat. Kalau saya berharap sebelum akhir tahun sudah dideklarasikan," lanjut dia.

(fca/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT