3 Update Penting Seputaran Kasus Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

3 Update Penting Seputaran Kasus Ferdy Sambo

Wildan Noviansah, Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 13:57 WIB
Pengertian Obstruction of Justice yang Jerat Sambo dkk di Kasus Brigadir J (Foto Ferdy Sambo saat rekonstruksi)
Ferdy Sambo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Terdapat perkembangan terbaru seputar kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Dihimpun detikcom, terdapat tiga update terbaru di kasus Ferdy Sambo tersebut.

Perkembangan terbaru di kasus Ferdy Sambo tersebut seperti kasus amplop yang diarsipkan oleh KPK, kemudian tersangka obstruction of justice yang disebut sakit parah. Selain itu, ada soal Iptu Januar yang telah menjalani sidang etik dan didemosi.

Berikut ini tiga update terbaru kasus Ferdy Sambo:

1) Kasus Amplop Titipan 'Bapak' Diarsipkan KPK

Irjen Ferdy Sambo sempat dilaporkan ke KPK atas dugaan percobaan suap guna menghambat proses pengungkapan perkara pembunuhan Brigadir J. Tim Advokasi Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak), selaku pelapor menyebut ada tiga percobaan suap oleh Sambo.

Pertama adalah pemberian amplop kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK mengaku mendapat sodoran amplop titipan 'bapak', namun dia tolak.

Kedua, upaya memberikan hadiah kepada sejumlah pihak yang terlibat kasus pembunuhan Brigadir J. Terakhir, pengakuan petugas keamanan kediaman Sambo yang mengaku dibayar sejumlah uang.

Kini, laporan itu diarsipkan KPK. KPK menyebut belum ditemukan adanya perbuatan pidana dalam laporan tersebut.

"Kami hanya ingin menjelaskan, artinya kalau kemudian laporan itu diarsipkan, itu maksudnya adalah sejauh ini memang kemudian belum ditemukan adanya peristiwa pidana, belum ditemukan perbuatan-perbuatan yang ngarah ke pidana," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Namun Ali menyatakan laporan tersebut juga dapat diverifikasi ulang. Hal itu dilakukan untuk memeriksa apakah ada tindakan peristiwa pidana di laporan tersebut atau tidak.

"Misalnya diarsipkan itu artinya tidak ditutup, tidak selesai. Ketika kemudian ada informasi baru, ya pasti kemudian kami verifikasi ulang, kami telaah ulang, kami pengayaan informasi ulang," ucapnya.

Simak video 'Sidang Etik Brigjen Hendra Ditunda gegara Saksi Kunci Sakit Parah!':

[Gambas:Video 20detik]



Tersangka kasus obstruction of justice sakit parah. Simak di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT