Kabar Terbaru Kasus Mutilasi Papua, Ini 5 Hal yang Diketahui

ADVERTISEMENT

Kabar Terbaru Kasus Mutilasi Papua, Ini 5 Hal yang Diketahui

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 11:07 WIB
Kasus mutilasi Papua memasuki babak baru. Pelaku yang memutilasi korban sudah diketahui, yakni 10 orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Kabar Terbaru Kasus Mutilasi Papua, Ini 5 Hal yang Diketahui (Foto: detikcom/Rachman Haryanto)
Jakarta -

Kasus mutilasi Papua memasuki babak baru. Pelaku yang memutilasi korban sudah diketahui, yakni 10 orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Selain itu, Komnas HAM yang melakukan pengusutan kasus tersebut juga membeberkan sejumlah informasi baru. Simak ulasannya di bawah ini.

Kasus Mutilasi Papua: Dugaan Disiksa Hingga Martabat Direndahkan

Pembunuhan terhadap empat warga sipil terjadi di Mimika, Papua. Selain dibunuh, keempat korban juga dimutilasi oleh para pelaku.

Pihak Komnas HAM menyampaikan laporan terbaru soal kasus mutilasi di Papua tersebut. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan ada dugaan penyiksaan hingga merendahkan martabat manusia pada kasus pembunuhan tersebut.

"Ini yang penting menjadi highlight dari Komnas adalah informasi dugaan penyiksaan, kekerasan, dan perlakuan merendahkan martabat manusia sampai hilangnya nyawa. Jadi ada dugaan penyiksaan, kekerasan, dan juga perlakuan lain yang merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Beka, dikutip detikcom, Rabu (21/9/2022).

Kasus mutilasi Papua memasuki babak baru. Pelaku yang memutilasi korban sudah diketahui, yakni 10 orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.Kasus mutilasi Papua memasuki babak baru. Pelaku yang memutilasi korban sudah diketahui, yakni 10 orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. (Foto: dok. Polda Papua)

Ada 10 Orang Pelaku: 6 TNI, 4 Warga Sipil

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyebutkan pelaku mutilasi di Papua tersebut berjumlah 10 orang. Enam pelaku adalah anggota TNI, sedangkan empat lainnya adalah warga sipil biasa.

Dari keempat warga sipil itu, satu orang masih buron.

"Enam orang pelaku anggota TNI dan tiga orang pelaku sipil, jadi kan ada 10 ya. Enam anggota TNI dan tiga warga sipil. Satunya, Saudara Roy, masih DPO sampai saat ini," ungkap Beka.

Identitas 1 Pelaku yang Buron: Roy Marthen Howai

Roy Marthen Howai adalah pelaku kasus mutilasi di Mimika, Papua yang masih dicari oleh polisi. Selain itu, Komnas HAM mengatakan jika Roy bukan pelaku utama.

"Jadi banyak pembicaraan yang masyarakat menangkapnya salah satu berbagai keterangan itu macet di Roy Marthen Howai, kok kesannya dia dijadikan pelaku utama. Jadi Roy bukan pelaku utama, dia pelaku saja. Dan penting polisi untuk segera menangkap Roy biar terangnya peristiwa ini semakin lama semakin terang," jelas Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9/2022).

Pelaku Diduga Sudah Berpengalaman

Komnas HAM menduga pelaku mutilasi empat warga sipil di Mimika, Papua, sudah berpengalaman. Hal itu tersebut lantaran pelaku memutilasi lebih dari satu korban di waktu yang bersamaan.

"Pilihan tindakan mutilasi, apalagi korbannya di saat yang sama lebih dari satu, itu biasanya menunjukkan karakter pelaku yang sudah punya pengalaman terhadap tindakan mutilasi sebelumnya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9/2022).

Ditemukan Sisa Karung untuk Potongan Tubuh Korban Mutilasi

Komnas HAM Kantor Perwakilan Papua sudah meninjau lokasi kasus mutilasi Papua. Kemudian, pihak Komnas HAM menemukan sisa potongan karung yang digunakan untuk memasukkan potongan tubuh korban sebelum dibuang.

"Proses mutilasi dilakukan di Jalan Lama Lopon yang sudah lama tidak digunakan oleh masyarakat. Lokasi masih ditemukan sisa potongan karung yang digunakan untuk memasukkan bagian tubuh jenazah korban, tetapi sudah tidak ada lagi ditemukan bekas darah di lokasi," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Simak Video '7 Temuan Komnas HAM Terkait Kasus Mutilasi di Mimika':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT