Lengkap, Pernyataan Komnas HAM soal Kasus Mutilasi di Papua

ADVERTISEMENT

Lengkap, Pernyataan Komnas HAM soal Kasus Mutilasi di Papua

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 09:46 WIB
Jakarta -

Kasus mutilasi empat warga sipil di Mimika, Papua oleh sejumlah oknum prajurit TNI telah diselidiki oleh Komisi Hak Asasi Manusia (HAM). Meski para pelaku sudah diproses hukum oleh TNI, Komnas HAM secara independen menginvestigasi peristiwa tersebut.

Kemarin, Selasa (20/9/2022), Komnas HAM menggelar jumpa pers untuk menyampaikan hasil temuan sementara mereka terkait kasus mutilasi 4 warga Papua ini. Sejauh proses investigasi dilakukan, Komnas HAM menilai adanya upaya menghilangkan barang bukti atau obstruction of justice oleh sejumlah oknum prajurit TNI yang melakukan pembunuhan tersebut.

"Kami juga meminta keterangan keluarga korban seperti yang tadi kami sampaikan pada pokoknya menerangkan antara lain adanya komunikasi terakhir keempat korban dengan keluarga," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

"Kemudian, latar belakang keempat korban dan keluarga menolak adanya pelabelan korban sebagai simpatisan atau anggota KKB, Kelompok Kriminal Bersenjata. Jadi keluarga korban menolak kemudian pelabelan korban sebagai simpatisan atau anggota KKB," imbuh dia.

Dalam konferensi pers ini, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan anggota komisioner Komnas HAM lainnya Choirul Anam turut memberikan penjelasan seputar penyelidikan kasus mutilasi empat warga Papua.

Berikut pernyataan lengkap Komnas HAM:

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik

Selamat sore rekan-rekan sekalian, terima kasih atas kehadiran teman-teman memenuhi undangan kami dalam rangka konferensi pers terkait dengan hasil temuan awal ya, jadi ini belum, kami sebetulnya belum selesai masih akan terus. Tapi untuk sementara kami akan menyampaikan hasil temuan awal kami terkait dengan pemantauan dan penyelidikan kasus pembunuhan dan mutilasi 4 warga yang melibatkan anggota TNI di Kabupaten Mimika.

Sebagaimana tempo hari kami sampaikan tim kantor perwakilan kami dipimpin oleh saudara Frits Ramandey dan saudara Melky juga, itu sudah duluan kami tugaskan untuk melakukan investigasi, pemantauan dan penyidikan berbagai tempat lain. Selanjutnya kemudian tim itu diperkuat oleh Pak Anam dan juga ada beberapa staf dari Jakarta.

Sampai hari ini ada berbagai laporan-laporan yang sudah bisa kami sampaikan dan tentu saja nanti kami akan mendalami lagi, meneruskan lagi, investigasi berikutnya sampai kebetulan tuntas ya. Teman-teman sekalian sebagaimana tadi kami sampaikan peristiwa ini tentu saja luar biasa memilukan, bagi tidak saja keluarga korban tapi juga masyarakat di Mimika secara khusus dan juga masyarakat Papua.

Simak pernyataan Ketua Komnas HAM selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT