ADVERTISEMENT

ABG Korban Perkosaan di Jakut Dulu Ceria, Sekarang Sering Bengong

Adrial Akbar - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 19:03 WIB
Polres Metro Jakarta Utara gelar rilis kasus ABG diperkosa 4 remaja di hutan kota di Jakut. Konferensi pers dihadiri Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirati, Ketua Umum LPAI Kak Seto, dan pengacara Hotman Paris Hutapea, Selasa (20/9/2022).
Polres Metro Jakarta Utara gelar rilis kasus ABG diperkosa 4 remaja di hutan kota di Jakut. (Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Pemerkosaan yang dialami gadis remaja 13 tahun di hutan kota di Cilincing, Jakarta Utara, membuat korban trauma. Kakak korban, R, mengungkapkan kondisi adiknya kini yang berubah total setelah mengalami pemerkosaan.

"Dulu anaknya (korban) ceria, sekarang kalau ditanya bengong," kata R sambil menangis di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

R dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara. Hadir juga dalam jumpa pers, Hotman Paris selaku pendamping keluarga korban, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, dan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto.

R dihadirkan untuk mendapatkan penjelasan utuh terkait alasan polisi tak menahan 4 pemerkosa adiknya itu. Hotman Paris pun berharap keluarga tidak kecewa setelah mendapatkan penjelasan dari polisi, Komnas PA, dan LPAI terkait penanganan terhadap 4 pelaku di bawah umur.

"Jangan sampai kecewa sama polisi, sama kita-kita ini nanti ibu akan bertanya kenapa tidak dipenjara, ya undang-undangnya," kata Hotman Paris.

Hotman juga memberikan penjelasan kepada R mengapa para pelaku tak ditahan. Bukan polisi memihak, melainkan karena amanat undang-undang menyatakan demikian.

"Jadi bukannya bukannya kepolisian memihak atau siapa-siapa, ini sudah maksimum, ada undang-undangnya begitu," tutur Hotman.

Hotman Paris juga berharap R tidak kecewa kepadanya. "Jadi jangan nanti bilang 'saya capek-capek saya ke Hotman 911, tapi tetap saja bebas'," katanya.

Hotman lantas meminta DPR merevisi Undang-Undang Sistem Peradilan Anak yang tidak bisa mempidana anak di bawah umur. Sebab, anak di bawah umur bisa melakukan kejahatan seperti orang dewasa.

"DPR Komisi III tolong renungkan tangis keluarga korban ini. Undang-Undang tentang Sistem Peradilan Anak sudah waktunya dirubah karena kenyataan di lapangan umur 11, 12, 13 pun kelakuannya sudah seperti dewasa, bahkan lebih bejat," tutur Hotman.

Baca di halaman selanjutnya: keempat pelaku dibina di panti sosial....

Simak juga Video: Tampang Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan ABG SMP di Pati

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT