Soal KSAD-Effendi, Istana: Bukan Zamannya Lagi Debat Sipil-Militer

ADVERTISEMENT

Soal KSAD-Effendi, Istana: Bukan Zamannya Lagi Debat Sipil-Militer

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 11:44 WIB
Moeldoko
Moeldoko (Foto: dok. KSP)
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko merespons soal kritik dari aktivis demokrasi yang menyoroti pengerahan prajurit TNI buntut konflik yang sempat mencuat antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dan anggota DPR Komisi I Effendi Simbolon. Moeldoko mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk memperdebatkan lagi tentang sipil dan militer.

"Ya memangnya kalau supremasi sipil nggak menghargai institusi lain apa? Kan tetap. Ya, jadi intinya bahwa kita itu saling menghormati institusilah, nggak perlu memperdebatkan sipil-militer, bukan zamannya lagi," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022). Moeldoko ditanya mengenai video KSAD mengerahkan prajurit untuk protes atas pernyataan Effendi Simbolon menuai kritik dari aktivis demokrasi.

Menurut Moeldoko, tentara saat ini sudah berada di posisi yang tepat. Atas hal itu, Moeldoko mengimbau setiap lembaga saling menghormati.

"Kita sudah mendudukkan tentara pada posisi yang menurut saya, waktu saya menjadi Panglima TNI, pada posisi pas. Jadi ini sebenarnya nggak perlu ada perdebatan sipil-militer, tapi bagaimana masing-masing institusi itu saling memberikan penghormatan. Itu saja intinya," ujar Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko mengatakan polemik KSAD dan Effendi Simbolon sudah berakhir. Hal itu ditandai dengan adanya permohonan maaf dari Effendi Simbolon yang diterima KSAD.

"Begitu Pak Effendi Simbolon minta maaf, kan semuanya sudah cairlah," ujar Moeldoko.

Pemintaan maaf Effendi Simbolon

Effendi Simbolon sebelumnya meminta maaf atas ucapan TNI seperti gerombolan. Effendi Simbolon meminta maaf kepada seluruh prajurit TNI.

"Saya dari lubuk hati paling dalam, saya mohon maaf atas apa pun perkataan saya yang menyinggung, yang menyakiti, yang tidak nyaman, di hati para prajurit, siapa pun dia. Dari tamtama, bintara, sampai perwira, bahkan sampai sesepuh, para pihak yang tidak nyaman dengan perkataan diartikan lain," kata Effendi Simbolon saat jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).

Effendi mengatakan tak bermaksud menyinggung TNI seperti gerombolan, apalagi organisasi kemasyarakatan atau ormas. Effendi Simbolon kemudian menjelaskan maksud ucapan TNI seperti gerombolan. Maksud Effendi, TNI terlihat seperti gerombolan, seperti ormas, jika tidak patuh pada perintah atasan.

"Saya menyadari hal itu mungkin menjadi tidak nyaman, kemudian tidak elok, dan juga beberapa pihak tidak nyaman, mungkin merasa tersinggung atau tersakiti akan kata-kata yang keluar dari saya menyangkut seputar, soal gerombolan dan ormas, yang sejatinya, sejujurnya, saya tidak pernah menstigmakan TNI itu gerombolan, tapi lebih kepada, kalau tidak ada kepatuhan, kalau tidak ada kemudian harmoni dan seterusnya itu seperti gerombolan, seperti ormas," kata Effendi.

Dudung Terima Permintaan Maaf Effendi

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyampaikan dirinya dan jajaran TNI AD memaafkan anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Effendi Simbolon terkait ucapan TNI 'gerombolan'.

"Sebetulnya kemarin pada saat saya di Pekanbaru, saya sudah menyampaikan artinya bahwa permohonan maaf dari Pak Effendi Simbolon bagi kami jajaran TNI Angakatan Darat tentunya memaafkan," ungkap Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).

"Toh, Tuhan Maha Pemaaf, masa manusia tidak memaafkan," imbuh dia.

Dudung menuturkan dirinya memaklumi manusia tak lepas dari kesalahan.

"Kami jajaran TNI Angkatan Darat memaafkan. Manusia tidak terlepas dari kekhilafan, kesalahan. Ya itulah pada dasarnya manusia tidak sempurna," ucap Dudung.

Simak juga 'Akhir Nyanyian TNI 'Gerombolan', Effendi-KSAD Maaf-Memaafkan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT