Antisipasi Pembakaran Lahan, PUPR Bakal Tambah CCTV di Ruas Tol Pejagan

ADVERTISEMENT

Antisipasi Pembakaran Lahan, PUPR Bakal Tambah CCTV di Ruas Tol Pejagan

Silvia Ng - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 21:36 WIB
Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian (Silvia Ng)
Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

Kecelakaan maut di Tol Pejagan diduga karena asap jerami dari pembakaran lahan sehingga mengakibatkan jarak pandang terganggu. Kementerian PUPR bakal menambah sejumlah kamera pengawas atau CCTV di ruas tol tersebut.

"Kementerian PUPR meminta seluruh operator jalan tol untuk meningkatkan patroli rutin untuk menemukan adanya potensi gangguan di sepanjang koridor jalan tol terhadap pengoperasian jalan tol dan lalu lintas sesuai dengan standar operasi dan prosedur (SOP) yang berlaku," kata Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Hedy mengatakan CCTV juga akan dipasang di sejumlah lokasi yang sering dijadikan tempat pembakaran lahan. Hal itu guna mengantisipasi adanya pembakaran lahan di sekitar tol.

"Bahwa untuk membantu patroli itu nanti kita akan instruksikan untuk memasang CCTV di titik-titik, yang memang apa yang tidak tertangkap oleh patroli bisa ditangkap oleh CCTV. Termasuk ke depan, untuk lokasi yang sering terjadi pembakaran ini kita akan pasang CCTV," jelas dia.

Sebelumnya diketahui, kecelakaan lalu lintas terjadi di Km 253 ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (18/9/2022), pukul 14.00 WIB.

Manajer Operasional Pejagan-Pemalang Tol Road (PPTR) Ian Dwinanto menjelaskan penyebab kecelakaan di Km 253+00 Jalur A ruas jalan tol Pejagan-Pemalang tersebut adalah berkurangnya jarak pandang karena adanya asap tebal.

Asap itu bukan dipicu puntung rokok, melainkan karena pembakaran lahan area sawah setelah panen.

"Sumber kebakaran bukan dari puntung rokok, tapi dari lahan yang dibakar secara sengaja oleh petani sekitar wilayah tol," kata Ian, Senin (19/9).

Ian mengatakan hal tersebut biasa dilakukan oleh petani menjelang masa tanam baru.

"Intensitasnya saat akhir musim kering menjelang masa tanam baru, biasa dilakukan bakar lahan ini," lanjut Ian.

Sebanyak 13 mobil terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kecelakaan maut itu menewaskan Muhamad Singgih Adika, putra dari Jamintel Kejagung Amir Yanto. Selain korban tewas, sebanyak 19 orang mengalami luka-luka. Para korban pun telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT