PUPR Duga Asap Jerami di Tol Pejagan Ulah Warga, Serahkan Sanksi ke Polisi

ADVERTISEMENT

PUPR Duga Asap Jerami di Tol Pejagan Ulah Warga, Serahkan Sanksi ke Polisi

Silvia Ng - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 20:21 WIB
Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal
Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal (Foto: dok Polda Jateng)
Jakarta -

Kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah diduga karena asap tebal dari pembakaran lahan yang mengakibatkan pandangan kabur. Kementerian PUPR menduga pembakaran tersebut dilakukan oleh masyarakat setempat.

"Pelakunya? Oh iya (dari masyarakat)," ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Hedy mengatakan kepolisian sedang melakukan pendalaman soal pembakaran lahan ini. Dia menyebut pihaknya menyerahkan soal sanksi ke pihak yang berwajib.

"Nanti kita serahkan ke polisi ya (sanksi), karena polisi sudah masuk ke sana untuk lakukan semacam pendalaman. Nanti itu polisilah, kita kan bukan penyelidik," terang dia.

Hedy mengungkap kejadian kecelakaan yang disebabkan akibat pembakaran lahan ini bukan pertama kalinya terjadi. Dia menyebut kejadian serupa juga pernah terjadi di tol Cipali namun tidak disebutkan kapan peristiwa itu terjadi.

"Oh iya pernah, dulu di Cipali atau Japek, yang seperti ini juga," kata dia.

Kecelakaan Disebabkan Berbagai Faktor

Hedy mengatakan kecelakaan maut di Tol Pejagan itu tidak serta-merta diakibatkan oleh kebakaran tersebut. Menurutnya, ada berbagai faktor yang juga menjadi penyebab terjadinya insiden tragis itu.

"Iya, itu biasanya kecelakaan itu kan karena ada berbagai faktor yang terjadi pada saat yang bersamaan, jadi ada pembakaran, kemudian pembakarannya juga dilakukan tidak begitu jauh dari jalan tol dan arah anginnya ke arah jalan tol," kata Hedy.

Hedy menyebutkan, kecelakaan juga berkaitan erat dengan pengguna jalan itu sendiri. Dia mengungkap ada sejumlah aturan batas kecepatan yang bervariasi di jalan tol.

"Kemudian mengenai batas kecepatan, sebenarnya sudah aturan ya walaupun mungkin bervariasi, bahwa kita merekomendasikan sebenarnya misalnya batas kecepatan minimum 50 batas kecepatan maksimum 100," ungkap dia.

"Nah memang kita ingin selalu bagaimana pun, faktor pengguna jalan tetap besar dalam kecelakaan-kecelakaan ini, faktor pengguna jalan tetap besar pengaruhnya," imbuhnya.

Hedy mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri untuk menyetir jika kelelahan. "Oleh sebab itu penting sekali kita jaga jarak, jangan ngebut overspeeding. Termasuk menyetir, ada batas waktunya, saya kira Kementerian Perhubungan membatasi itu, tiga empat jam itu harus istirahat, jangan terus-menerus nanti lelah, responsnya berkurang," kata dia.

Sebelumnya diketahui, kecelakaan lalu lintas terjadi di Km 253 ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (18/9/2022), pukul 14.00 WIB. Manager Operasional Pejagan-Pemalang Tol Road (PPTR), Ian Dwinanto menjelaskan jika penyebab kecelakaan di KM 253+00 Jalur A ruas jalan tol Pejagan-Pemalang tersebut terjadi akibat berkurangnya jarak pandang karena adanya asap tebal.

Asap itu bukan dipicu oleh puntung rokok, namun karena pembakaran lahan area sawah setelah panen.

"Sumber kebakaran bukan dari puntung rokok, tapi dari lahan yang dibakar secara sengaja oleh petani sekitar wilayah tol," kata Ian, Senin (19/9).

Ian mengatakan hal tersebut biasa dilakukan oleh petani menjelang masa tanam baru.

"Intensitasnya saat akhir musim kering menjelang masa tanam baru, biasa dilakukan bakar lahan ini," lanjut Ian.

Sebanyak 13 mobil terlibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan maut itu menewaskan Muhamad Singgih Adika, putra dari Jamintel Kejagung Amir Yanto. Selain korban tewas, sebanyak 19 orang mengalami luka-luka. Para korban pun telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

(eva/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT