Bamsoet: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital di RI Sangat Menjanjikan

ADVERTISEMENT

Bamsoet: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital di RI Sangat Menjanjikan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 21:24 WIB
Bamsoet
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menghadiri Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) Badan Pengurus Cabang HIPMI Jakarta Pusat, di Jakarta, Senin (19/9). Dalam kesempatan ini, Bamsoet berbicara tentang upaya pemulihan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan salah satu faktor fundamental dalam pemulihan ekonomi nasional adalah kesadaran dan komitmen dari segenap pelaku usaha, termasuk di para pengusaha muda. Menurutnya, para pengusaha muda khususnya HIPMI Jakarta Pusat, memiliki peran sentral dan menentukan.

"Fasilitas infrastruktur dunia usaha yang banyak tersedia di DKI Jakarta, menjadikan wilayah ibukota sebagai epicentrum kegiatan kewirausahaan. Keberhasilan HIPMI Jakarta Pusat mendorong kinerja perekonomian, tentunya menjadi faktor penting dalam mewujudkan akselerasi pemulihan perekonomian nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan akselerasi pemulihan ekonomi melalui pengoptimalan peran pengusaha muda dapat meningkatkan pertumbuhan pengusaha muda secara signifikan. Pasalnya, saat ini rasio jumlah pengusaha muda terhadap populasi jumlah penduduk Indonesia masih belum optimal, yakni baru mencapai 3,4 persen.

Adapun angka tersebut, kata Bamsoet, masih jauh jika dibandingkan dengan Malaysia sebesar 5 persen dan Singapura sebesar 7 persen. Bamsoet menilai kondisi tersebut harus menjadi pemicu untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

"Aspek lain yang penting kita perhatikan, bahwa tren dunia industri saat ini dipenuhi dengan digitalisasi pada hampir semua lini. Segala sesuatu yang manual, natural, dan mekanis akan digantikan dengan yang serba digital. Hikmah di balik pandemi COVID-19, sedikit banyak turut mendorong tumbuh kembang ekonomi digital, di mana pola perilaku konsumsi masyarakat mulai merasa nyaman dengan pelayanan dan transaksi yang serba cepat dan efisien," katanya.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini pun menambahkan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga didukung oleh tingginya tingkat pengguna internet di Indonesia. Tercatat, pada tahun 2012, pengguna internet di Indonesia baru mencapai 39,6 juta jiwa.

Namun, setelah sepuluh tahun berlalu, tingkat penetrasi internet meningkat hingga mencapai 205 juta user atau 73,7 persen dari total populasi pada awal Januari 2022.

"Ke depan, proyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia begitu menjanjikan, bahkan digadang gadang akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Dengan nilai ekonomi mencapai 70 miliar US dollar, ekonomi digital Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Bahkan Google dalam laporan East Ventures Digital Competitiveness Index 2021 juga memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 mendatang, kontribusi ekonomi digital pada perekonomian Indonesia akan mencapai 124 miliar US dollar," papar Bamsoet.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengungkapkan pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia merupakan realita yang harus disikapi dengan bijaksana. Sebab, kondisi ini melahirkan dua sisi paradigma. Dalam hal ini, ekonomi digital menghadirkan otomasi dan efisiensi, namun sebagai konsekuensinya, juga memangkas kebutuhan tenaga kerja konvensional.

Di samping itu, ekonomi digital dapat merubah jenis pekerjaan setiap saat. Saat ini, ada banyak jenis pekerjaan yang hilang, tetapi di sisi lain, makin banyak pula jenis pekerjaan baru yang bermunculan.

"Namun yang pasti, ekonomi digital memberikan banyak peluang dan potensi. Fenomena inilah yang harus dapat dioptimalkan oleh para pengusaha muda tanah air, dengan mengedepankan dua kata kunci, yaitu adaptasi dan inovasi. Adaptasi menjadi penting karena begitu banyak parameter baru yang meniscayakan adanya langkah-langkah penyesuaian. Inovasi juga diperlukan agar mampu membangun terobosan-terobosan yang tidak sekedar mampu memberikan nilai tambah, tetapi juga mengubah ketidakmungkinan menjadi peluang," pungkasnya.

Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Sona Maesana dan Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat Riandy Haroen.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT