ADVERTISEMENT

HNW Harap Forum MPR Sedunia Jaga Hubungan Baik Antar Bangsa

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 20:27 WIB
MPR RI Siap Bentuk Forum MPR Se-Dunia dengan Negara-negara OKI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Pimpinan MPR RI bakal menggelar pertemuan dengan duta besar dan perwakilan negara-negara OKI di Indonesia untuk membentuk Forum MPR Dunia pada 24-26 Oktober 2022. Melalui forum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi dan peran setiap anggota untuk menjaga kualitas hubungan antar bangsa.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan di era demokrasi seperti saat ini peran dan kerja sama parlemen sangat diperlukan. Saat ini sudah ada banyak forum dan kerja sama. Tapi forum antar MPR, Majelis Syura, Majlis Tinggi atau nama sejenis di lingkungan keseluruhan OKI malah belum ada.

"Kami melihat forum MPR, forum Majelis Syuro, atau forum lembaga tinggi dari parlemen sangat diperlukan, karenanya MPR RI menginisiasi pembentukan Forum MPR Sedunia, dan inisiatif ini sudah dikomunikasikan dengan pimpinan lembaga parlemen di berbagai parlemen negara OKI. Dan, mereka sangat mendukung," ujar HNW dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Ia menuturkan Forum MPR Sedunia ini merupakan inisiatif dari MPR RI untuk melaksanakan salah satu perintah dan ketentuan dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yaitu negara harus hadir untuk terlibat aktif, termasuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

MPR sendiri telah melakukan kajian ilmiah tentang Forum MPR Sedunia. Menurutnya kajian, tersebut telah menggandeng banyak banyak pihak dan gencar melakukan seminar terkait Forum MPR Sedunia yang melibatkan pakar, akademisi, parlemen, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Sekarang kita undang kembali. Ini adalah pertemuan kedua dan dihadiri 24 duta besar dan perwakilan negara-negara OKI di Indonesia. Pertemuan ini untuk memastikan dukungan dari kedutaan negara-negara OKI yang ada di Indonesia terhadap penyelenggaraan agenda ini," jelasnya.

"Alhamdulillah, mereka antusias dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk suksesnya penyelenggaraan Forum MPR Sedunia. Para duta besar menyampaikan komitmen membantu untuk hadirnya pimpinan parlemen dari negara-negara mereka masing-masing, karena mereka sepakat tentang pentingnya forum yang diinisiasi oleh MPR RI ini," imbuhnya.

HNW menambahkan Forum MPR Sedunia akan diselenggarakan di Kota Bandung, kota bersejarah tempat Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

"Kami ingin menyegarkan kembali ingatan sejarah, semangat Asia Afrika, semangat Bandung, yang memberikan kontribusi bagi negara-negara dan menghadirkan kemaslahatan bagi semuanya, dan betapa pentingnya kebersamaan, termasuk pentingnya membela Palestina dan membela kemanusiaan dan peradaban. Dari negara-negara yang diundang mengikuti Konferensi Asia Afrika di Bandung, hanya tinggal Palestina yang belum merdeka," jelasnya.

Dia berharap melalui forum ini mampu melahirkan pandangan dan pendapat dari masing-masing delegasi yang kemudian disimpulkan menjadi komitmen bersama serta saling berkolaborasi.

"Kita berharap Forum MPR Se-dunia bisa menghasilkan pembentukan Forum MPR sedunia atau nama lain yg disepakati, serta komunike bersama di Bandung, sebagaimana dahulu Konferensi Asia Afrika menghasilkan Dasa Sila Bandung. Sangat mungkin forum itu membuat semacam Dasa Sila Bandung sesuai kesepakatan ketua parlemen," jelasnya.

Ia juga berharap penyelenggaraan Forum MPR Se-dunia bersamaan dengan Indonesia menjadi pimpinan negara G-20 menjadi momentum yang baik sehingga apa yang dihasilkan pada pertemuan Forum MPR Sedunia bisa disampaikan pada forum pimpinan G-20.

"Sehingga menjadi sumbangsih Forum MPR Sedunia untuk kebaikan, kemaslahatan, kedamaian, peradaban, dan solusi dalam permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dunia di masa sekarang dan yang akan datang," tutupnya.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT