Pemprov DKI: Perubahan Nama Jalan di Kelapa Gading Masih Pembahasan

ADVERTISEMENT

Pemprov DKI: Perubahan Nama Jalan di Kelapa Gading Masih Pembahasan

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 14:39 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana (Foto: Anggi/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas terkait perubahan nama sejumlah jalan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan perubahan nama jalan itu masih di ranah Pemkot.

"Oh itu bukan kewenangan (Disbud DKI) itu masih dalam pembahasan, kami cuma istilahnya pemberian nama jalan itu kan masih di ranahnya wali kota, masih pembahasan kan, ya udah itu aja," kata Iwan di Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022).

Iwan mengatakan Disbud DKI hanya bertugas mengusulkan nama-nama yang akan dipakai. Nantinya semua usulan itu akan dibahas dalam rapat pimpinan.

"Kebudayaan itu hanya mengusulkan nama-nama tokoh yang masuk, kiranya bisa masuk ke dalam nama jalan," katanya.

"Walkot itu membahas semua usulan, kemudian memberikan sosialisasi," sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah nama jalan di Jakarta Utara (Jakut) dikabarkan akan berganti, terbanyak berada di daerah Kecamatan Kelapa Gading. Kabar ini berawal dari beredarnya surat dengan kop Wali Kota Jakarta Utara.

Foto potongan surat dari Wali Kota Jakarta Utara itu beredar di media sosial. Potongan surat itu menampilkan rencana penamaan jalan di Provinsi DKI Jakarta. Surat bernomor e-270/PU.04.00 dan tertanggal 11 Agustus 2022 itu ditujukan kepada warga yang terdampak perubahan nama jalan.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Jakut Juaini Yusuf mengaku belum tahu terkait kabar rencana perubahan nama jalan tersebut.

"Untuk saat ini sih belum ada rapat-rapat yang membahas soal penggantian nama jalan," kata Juaini saat dimintai konfirmasi, Selasa (13/9).

Terkait foto surat yang beredar, Juaini menduga surat tersebut dikeluarkan terkait perubahan nama jalan yang berlokasi di Taman Wisata Muara Angke. Untuk diketahui, perubahan nama itu dilakukan bersamaan dengan perubahan 21 nama jalan di wilayah Jakarta lainnya pada Juni lalu.

"Itu edaran yang pertama dulu kali. Kalau yang sekarang kan belum ada lagi," ucapnya.

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT