NasDem: Warga Tak Setuju Nama Jalan di Kelapa Gading Diganti

ADVERTISEMENT

NasDem: Warga Tak Setuju Nama Jalan di Kelapa Gading Diganti

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 08:56 WIB
Anggota DPRD DKI fraksi NasDem Ahmad Lukman Jupiter
Ahmad Lukman Jupiter (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta fraksi NasDem Ahmad Lukman Jupiter mengatakan banyak warga yang tidak setuju dengan rencana perubahan sejumlah nama jalan di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Jupiter meminta Pemprov DKI Jakarta menjelaskan soal rencana itu ke DPRD.

"Tapi yang jelas menurut saya tentang perubahan nama jalan, banyak sekali warga yang tidak setuju jika dimintai pendapatnya apakah setuju atau tidak, banyak sekali yang tidak setuju," kata Jupiter kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Jupiter menyebut perubahan nama jalan akan merubah sejumlah dokumen administrasi warga. Dia meminta agar Pemprov DKI mendengar aspirasi publik mengenai perubahan nama jalan ini.

"Jadi warga yang tinggal di sana kebanyakan tidak setuju jika nama jalan itu dirubah karena menyangkut administrasi yang saat ini juga semuanya harus dirubah, baik itu KTP, akte lahir, kemudian surat seperti STNK, BPKB, alamat usaha, semuanya berubah. Seharusnya ada sosialisasi dari pihak pemprov, jangan sepihak saja tiba-tiba mengganti nama," jelasnya.

Komisi A Bakal Panggil Pihak Pemprov DKI

Jupiter mengatakan Komisi A DPRD DKI Jakarta akan mengundang Pemprov DKI Jakarta mengenai rencana perubahan nama jalan ini. Akan tetapi, Jupiter belum menjelaskan kapan rapat itu akan berlangsung.

"Dalam waktu dekat insyaallah kita akan mengundang dari pihak pemprov, karena bagaimanapun namanya wakil rakyat harus dilibatkan dong, kalau wakil rakyat nggak setuju, kami kan mewakili rakyat DKI Jakarta. Jadi pemprov nggak bisa secara sepihak semau-maunya, kemudian merubah nama tersebut tanpa mendengar dan juga aspirasi dari masyarakat," kata dia.

Menurut Jupiter, tak ada unsur mendesak untuk mengubah nama jalan di Kelapa Gading itu. Menurutnya banyak pekerjaan lain yang lebih mendesak dari pada merubah nama jalan.

"Karena juga nggak ada urgensinya, dengan mengganti nama ini pengaruhnya apa ke depan? Urgensinya di mana? Saya kira nggak ada juga. Jadi jangan mengerjakan sesuai yang akhirnya meresahkan masyarakat. Menurut saya lebih baik... masih banyak pekerjaan yang jauh lebih besar yang harus ditanganin, jangan mengerjakan sesuai yang tidak perlu dikerjakan, yang tidak ada dampak sosial juga," jelasnya.

Simak penjelasan Wagub DKI pada halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Anies Ganti Nama Jalan di Jakarta: Ini Tak Selesai di Sini':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT