Viral 2 Santri di Nabire Dianiaya Guru Pesantren, Ini Progres Kasusnya

ADVERTISEMENT

Viral 2 Santri di Nabire Dianiaya Guru Pesantren, Ini Progres Kasusnya

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 17 Sep 2022 18:23 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dua santri berumur 10 dan 14 tahun menjadi korban penganiayaan oleh gurunya sendiri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Nabire, Papua. Kini kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Kabupaten Nabire.

"Sudah tahap 2. Kasus saat ini sudah di kejaksaan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Berkas kasus itu sudah dilimpahkan polisi ke pihak kejaksaan pada Rabu (7/9) lalu. Kasus tersebut akan segera dibawa ke meja persidangan.

Kasus ini terjadi pada bulan Juni 2022. Kasus terus berproses hingga akhirnya berkas kasus dan tersangka diserahkan ke kejaksaan.

"Iyo (bulan Juni peristiwa penganiayaan terjadi)," katanya.

Adapun pelaku diketahui berjumlah sebanyak tiga orang. Pelaku penganiayaan ini diketahui merupakan seorang guru di pesantren tersebut.

Kejadian ini viral di media sosial (medsos). Dua anak itu disebut dianiaya menggunakan balok hingga selang.

Anak berumur 14 tahun itu diikat di tali jemuran lalu disiksa oleh pelaku.

Terlihat badan anak tersebut memar yang cukup besar. Dari gambar yang beredar, terlihat darah keluar dari mata korban.

Diduga anak itu disiksa atas tuduhan telah mengambil uang di rumah guru untuk membeli mi instan. Saat kepergok, keduanya langsung disiksa pada waktu subuh hari.

Simak juga 'Pengacara Santri Korban Penganiayaan Tak Akan Laporkan Ponpes Gontor':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT