Ini Alasan PKL Dagang di Kawasan Kota Tua Meski Ada Lokasi Binaan

ADVERTISEMENT

Ini Alasan PKL Dagang di Kawasan Kota Tua Meski Ada Lokasi Binaan

Adrial Akbar - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 23:56 WIB
PKL Kota Tua
Foto: PKL Kota Tua (Adrial/detik)
Jakarta -

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih berdagang di kawasan Kota Tua meski Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan lokasi binaan (lokbin) Kota Intan. Para pedagang beralasan lokasi binaan sepi pengunjung.

"Justru pengunjung kalo digedung-gedung itu (lokasi binaan) kayaknya berkurang deh. Pengunjung tuh lebih banyak di sini (Jalan Kunir)," ujar pedagang minuman bernama, Onah, kepada detikcom, Jumat (16/9/2022).

"Belum pindah, ada di lokbin sana, sepi kaya kuburan, siapa yang mau beli?" tambahnya.

Onah menyebut sudah ada imbauyan dari Satpol PP. Tapi Onah keberatan untuk pindah ke lokbin.

"Ya keberatan Ibu. Kalau yang nggak mikir panjang mah pada senang," ucap Onah.

"Disini itu ramainnya Sabtu Minggu doang," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang Wisata Kota Tua (Perwista), Iwan, menyebut lokasi binaan tidak layak.

"Iya keberatan. Bagaimana mau masuk ujan aja kebanjiran. Ya pasti keberatan," kata Iwan.

Iwan menambahkan, PKL lainnya masih ingin menetap di Jalan Kunir. Sebab, para pedagang khawatir bila dipindah ke lokasi binaan akan sepi dari pengunjung.

"Ya pengennya si di sini aja (Jalan Kunir)," ujar Iwan.

Sebelumnya diberitakan, Kawasan Kota Tua akan dibuat steril dari pedagang kaki lima. Para PKL diminta pindah ke lokasi binaan Kota Intan.

"Kita imbau secara humanis agar para PKL mau dipindahkan ke lokasi binaan (lokbin) Kota Intan," ujar Kepala Satpol PP Jakarta Barat Agus Irwanto, dilansir dari Antara, Selasa (2/8).

Agus menyebut, sosialisasi dilakukan secara humanis. Dengan cara tersebut pedagang dinilai tidak akan merasa terintimidasi.

Agus menambahkan Satpol, PP sudah melakukan sosialisasi kawasan Kota Tua steril PKL sejak 6 bulan yang lalu. "Semoga di tahapan ini kita bisa mendorong pedagang ke lokbin, mereka juga bisa mencari nafkah, kita harapkan tidak ada riak ataupun gejolak," pungkasnya.

(isa/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT