Praperadilan Tersangka Ditolak, Bareskrim Kebut Penyidikan Kasus WanaArtha

ADVERTISEMENT

Praperadilan Tersangka Ditolak, Bareskrim Kebut Penyidikan Kasus WanaArtha

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 09:22 WIB
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya Suryana
Kombes Ade Yaya (Foto: tim detikcom)
Jakarta -

Polri menyebut tiga tersangka dugaan penggelapan WanaArtha Life, MA, EL dan RF mengajukan praperadilan. Namun, praperadilan tersebut ditolak oleh majelis hakim.

"Terkait update kasus PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha, hakim sidang memutuskan menolak gugatan praperadilan terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan di PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha dengan tersangka inisial MA, EL, dan RF," kata Juru Bicara Divhumas Polri Kombes Ade Yaya Suryana kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Ade mengatakan penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri langsung bergegas kembali untuk meneruskan penyidikan kasus ini. Selanjutnya, penyidik bakal melakukan pemeriksaan saksi ahli hingga penyitaan aset terkait.

"Selanjutnya penyidik akan segera melakukan langkah-langkah penyidikan berupa pemeriksaan saksi dan ahli melakukan audit keuangan, melakukan penyitaan aset-aset, melakukan upaya penggeledahan untuk mencari dokumen dan alat bukti lainnya," katanya.

"Segera melakukan pemberkasan untuk pengiriman tahap satu dari masing-masing tersangka," tambahnya.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri sedang mengusut kasus dugaan penggelapan WanaArtha Life. Sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Penyidik unit 3 Subdit 5 Dittipideksus Polri telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam perkara terkait PT Asuransi Jiwa Adi Sarana WanaArtha," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah dalam konferensi pers, Selasa (2/8).

Berikut daftar ketujuh tersangka beserta dugaan pasalnya:

1. MA, dikenai Pasal 74 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 75, Pasal 78, Pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2014 tentang perasuransian, Pasal 374 KUHP dan 345 TPPU.

2. TK, dikenai Pasal 74 ayat 1 dan 2, Pasal 75, Dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian.

3. YM, dikenai Pasal 74 ayat 1 dan 2, Pasal 75, dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian.

4. YY, dikenai Pasal 74 ayat 1 dan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian.

5. DH, dikenai Pasal 74 ayat 1 dan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian.

6. EL, dikenai Pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian dan Pasal 374 KUHP serta Pasal 3, 4, dan 5 TPPU

7. RF, dikenai Pasal 76 UU nomor 40 tahun 2014 tentang perasuransian Pasal 374 KUHP dan Pasal 3, 4, dan 5 TPPU.

Simak juga 'Napi Korupsi Dapat Remisi Karena Donor Darah, KPK: Tak Logis':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT