Wakil Ketua DPRD Depok Desak Walkot Penuhi Tuntutan Buruh Minta UMK Naik

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua DPRD Depok Desak Walkot Penuhi Tuntutan Buruh Minta UMK Naik

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 15 Sep 2022 15:44 WIB
Pimpinan DPRD Kota Depok menemui massa buruh.
Pimpinan DPRD Kota Depok menemui massa buruh. (Dwi Rahmawati/detikcom)
Depok -

Pimpinan DPRD Kota Depok menemui massa buruh yang menuntut upah minimum kota (UMK) naik 15 persen. Wakil Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo mengatakan pihaknya akan mendesak Wali Kota Depok memenuhi permintaan buruh.

"Satu hal yang bisa menjadi kewenangan kami adalah hari ini kami akan mendesak Wali Kota Depok, Pemerintah kota Depok untuk menerima rekomendasi para buruh menaikkan UMK Kota Depok," kata Hendrik di mobil komando, Kamis (15/9/2022).

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Depok itu juga mengatakan rekomendasi para buruh sudah ditetapkan oleh anggota Dewan. Hendrik memahami keinginan para buruh.

"Itu menjadi salah satu bagian dari rekomendasi yang kita tetapkan dan kita sepakati bersama sama. Percayalah bahwa DPRD Kota Depok bersama dengan buruh. Dan percayalah bahwa penderitaan buruh dan masyarakat adalah bagian dari perjuangan yang kami sampaikan dalam tugas kami," kata dia.

Dalam aksi ini, ada 3 tuntutan dari buruh sudah diterima DPRD DKI. Tiga tuntutan massa buruh yakni batalkan kenaikan BBM, batalkan omnibus law (cipta kerja), dan naikkan upah 2023 sebesar 15 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra Yeti Wulandari menambahkan, tuntutan para buruh akan segera ditindaklanjuti. DPRD Depok akan memberikan rekomendasi soal kenaikan UMK.

"Menaikkan UMK Kota Depok akan langsung kami tindak lanjuti dengan meminta kepada Wali Kota Depok dengan segera memberikan rekomendasi untuk kenaikan UMK Kota Depok," katanya.

Untuk diketahui, massa buruh yang berdemo menolak kenaikan harga BBM berpindah ke gedung DPRD Kota Depok. Massa menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) sebesar 15 persen.

"Tuntutan kita sekarang, 2023 (naik) 15 persen. Semoga niatan kita di 2023 nanti upah naik, 2023 nanti upah naik 15 persen," papar perwakilan federasi FSP Kep-KSPI Suharto.

Suharto menyebut UMK di Depok tak naik selama beberapa tahun. Mereka berharap, setelah harga BBM naik, upah para buruh juga dinaikkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

"Kita datang ke wali kota tidak ditemukan, kami datang untuk menyampaikan aspirasi kita," ungkap Suharto.

Simak video 'Ini 6 Titik Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Jabodetabek':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT