Megawati Harap Kerja Sama dengan JNU Korsel Perkuat Kedaulatan Pangan

ADVERTISEMENT

Laporan dari Jeju

Megawati Harap Kerja Sama dengan JNU Korsel Perkuat Kedaulatan Pangan

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 13:20 WIB
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri. (Eva/detikcom)
Jakarta -

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mendorong kerja sama dengan Jeju National University (JNU), Korea Selatan. Megawati berharap kerja sama ini berjalan lebih aktif ke depan untuk peningkatan kedaulatan pangan.

Megawati menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama BRIN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jeju National University, Rabu (14/9/2022). Megawati awalnya menjelaskan kewenangan BRIN untuk mengatasi kedaulatan pangan.

"Saya selama ini dikenal Presiden ke-5 RI, tetapi kini saya ditugasi Presiden Jokowi jadi ketua dewan pengarah BRIN, badan yang sangat besar. Kami di dalam visi BRIN antara lain untuk laksanakan kedaulatan pangan," kata Megawati, di Jeju National University, Korea Selatan.

Megawati menyebut ada 66 negara yang mengalami kegagalan pangan. Hal itulah yang menjadi dasar pendirian BRIN untuk mengantisipasi kegagalan pangan sehingga dapat membantu negara yang membutuhkan.

"Presiden Jokowi telah katakan kepada saya, banyak negara akibat global warming, lalu PBB katakan ada 66 negara di dunia akan mengalami kegagalan pangan. Indonesia mengantisipasi ini dengan bangun BRIN, salah satu misinya kalau kita berhasil kedaulatan pangan kita bisa bantu negara yang membutuhkan," ujarnya.

Oleh karena itu, BRIN sangat membuka kerja sama dengan banyak perguruan tinggi di sejumlah negara. Dia berharap kerja sama ini akan berjalan lebih aktif ke depan.

"Hari ini dalam membangun BRIN antara lain kami melakukan membuka diri untuk kerja sama dengan banyak perguruan tinggi, swasta dan lain-lain. Maka, saya saat ini dari sisi pemerintahan saya bawa Gubernur Sulawesi Utara juga," kata Megawati.

"Karena Sulawesi Utara dari sisi geografis bisa kemungkinan hubungannya dengan Korea, Jepang, China daerah yang Indonesia punya lebih dekat dan juga kalau dari sisi masalah ikan, ikan cukup banyak. Jadi itu selintas mengenai BRIN. Saya berharap kerja sama sekarang ini bisa dilakukan lebih aktif," lanjutnya.

Dubes RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto menambahkan peranan riset memang sangat dibutuhkan untuk mempercepat kerja sama antara Negara, khususnya antara Indonesia dan Korsel.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat akan ada penerbangan Jeju-Manado, Jeju-Bali, dan Jeju-Batam. Untuk Batam, bandaranya dikelola Incheon Airport.

Kemudian saat ini perdagangan Indonesia dan Korea telah diteken dan disetujui DPR Indonesia, yakni Indonesia-Korea Comprehensive Agreement. Serta kerja sama regional di negara-negara Asia Timur, China, Jepang, dan Korea.

"Dengan semua infrastruktur tadi, sangat dibutuhkan peranan riset untuk mempercepat hubungan kedua negara khususnya dalam hal perdagangan dan juga pariwisata," kata Gandi Sulistyanto.

Lihat juga video 'Kunjungan Jokowi ke Korsel Buahkan Investasi Rp100,69 T':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT