BRIN-KKP Teken MoU dengan Jeju National University Tingkatkan Kerja Sama Riset

ADVERTISEMENT

Laporan dari Jeju

BRIN-KKP Teken MoU dengan Jeju National University Tingkatkan Kerja Sama Riset

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 11:29 WIB
MoU BRIN dengan Jeju National University
MoU BRIN dengan Jeju National University. (Eva/detikcom)
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jeju National University (JNU). MoU ini terkait kerja sama riset dan peningkatan SDM di sektor kedaulatan dan pangan Indonesia.

Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/9/2022) di Jeju National University, Korea Selatan. Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.

Nota kesepakatan itu sendiri ditandatangani Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN Ocky Karna Radjasa, dan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KKP) I Nyoman Radiarta, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris BRSDM KKP Kusdiantoro dengan Pesiden JNU Kim Eel Hwan.

MoU ini mengikat kerja sama Badan Riset serta Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KKP) dengan Jeju National University dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan aplikasi hasil riset kelautan dan perikanan untuk masyarakat.

Sekretaris BRSDM KKP Kusdiantoro menjelaskan kerja sama ini merupakan payung pelaksanaan kerja sama ke depan dengan dua ruang lingkup. Di antaranya peluang beasiswa dan pengembangan budi daya perikanan.

"Pertama, peningkatan kapasitas SDM melalui peluang beasiswa pendidikan di Jeju National University, pertukaran tenaga ahli/peserta didik, dan pelatihan kelautan dan perikanan. Kedua, pengembangan budidaya berbasis keterlibatan masyarakat untuk komoditas perikanan penting menggunakan teknologi budidaya inovatif," kata Kusdiantoro dalam sambutannya.

Dia menjelaskan BRSDM KKP memiliki 20 politeknik/Akademi Komunitas/Sekolah Usaha perikanan tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Dia berharap pendidikan itu akan membuat transformasi usaha di bidang perikanan dan meningkatkan investasi jangka panjang

"Affirmatif kebijakan ini memberikan kesempatan besar pada anak pelaku utama mengenyam pendidikan secara gratis. Artinya negara hadir memberikan perlindungan dan kesempatan besar anak pelaku utama setelah lulus nanti dapat melakukan transformasi usahanya sehingga lebih berpendapatan dan semakin sejahtera. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang negara untuk kehidupan masyarakat lebih baik ke depannya," ucap Kusdiantoro.

Lebih lanjut, Kusdiantoro menyebut bahwa kerja sama ini bagian dari upaya mendukung 5 program prioritas KKP, khususnya dalam hal meningkatkan pengembangan budidaya laut, pesisir, dan tawar.

"Pelaksanaan kerja sama ini dalam waktu dekat, BRSDM akan mengajak pihak Jeju Nasional University dalam pengembangan SMART Fisheries Village (SFV) di Gondol, Bali dengan komoditas ikan kerapu," lanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto, Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey, dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri.

Simak juga 'Ekonomi Digital Ngebut, Jokowi: Teknologi Muncul Duluan, Regulasi Kebingungan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT