Aliansi Mahasiswa UI Tolak Kenaikan Harga BBM, Siap-siap Demo!

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Aliansi Mahasiswa UI Tolak Kenaikan Harga BBM, Siap-siap Demo!

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 12:42 WIB
Sejumlah mahasiswa UI dari unsur BEM dan lainnya menggelar piknik di depan gedung rektorat. Massa menuntut pencabutan Statuta UI.
Ilustrasi mahasiswa UI (A.Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menolak kenaikan harga BBM. Siang ini, mereka bersiap-siap berangkat berdemonstrasi ke Jakarta Pusat.

"Menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena berdampak secara signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan krusial masyarakat," kata Aliansi UI Menolak Kenaikan BBM dalam keterangan tertulis yang disampaikan Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo, Selasa (13/9/2022).

Aliansi ini berisi BEM UI, BEM IKM FKUI, BEM IM FKM UI, BEM FF UI, BEM FKG UI, BEM FIK UI, BEM Fasilkom UI, BEM FMIPA UI, BEM FT UI, BEM FIB UI, BEM FH UI, BEM FIA UI, BEM FPsi UI, BEM Vokasi UI, dan BEM FISIP UI.

Mereka menyayangkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena masih banyak masyarakat yang butuh BBM bersubsidi. BBM jenis pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter atau mengalami kenaikan sebesar 30,72%. Solar juga naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter atau naik 32,03%.

"Selain itu, kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah di tengah krisis energi global juga sangat disayangkan terjadi karena dilakukan di saat harga minyak mentah dunia mengalami tren penurunan harga dan diproyeksikan akan terus mengalami penurunan hingga tahun 2023 mendatang," kata Aliansi.

Masalah harga BBM di Indonesia dipandang pihak mahasiswa UI berakar dari kurangnya pengawasan penyaluran BBM bersubsidi sehingga tidak tepat sasaran.

Kenaikan BBM akan berdampak inflasi dan masyarakat akan terdampak karena harga kebutuhan pokok bisa naik. Mahasiswa UI mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), cabai mengalami peningkatan harga 15,76% imbas kenaikan harga BBM.

Alasan kenaikan harga BBM bersubsidi karena beban APBN juga ditolak mahasiswa UI. Pihak aliansi mahasiswa menyoroti Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masih berjalan. Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) juga masih terus berjalan dan memakan biaya Rp 466 triliun.

"Langkah pemerintah yang lebih mengedepankan berbagai proyek pembangunan minim urgensi jelas bertolak belakang dengan peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga dan melindungi perekonomian dan rakyat dari dampak krisis energi global," kata Aliansi.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) dinilai tidak efektif meredam efek domino kenaikan BBM. Soalnya, menurut aliansi mahasiswa, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) belum sepenuhnya baik.

Berikut adalah lima sikap aliansi UI menolak kenaikan BBM:

1. Menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena berdampak secara signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan krusial masyarakat.
2. Menuntut pemerintah lebih mengandalkan penggunaan APBN untuk meredam dampak krisis energi global yang berdampak bagi masyarakat, seperti penganggaran subsidi BBM dibanding memprioritaskan berbagai PSN yang minim urgensi.
3. Menuntut pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan struktural terhadap penyaluran BBM subsidi dibanding melakukan kebijakan pintas tanpa perhitungan yang matang di masa mendatang.
4. Mendesak pemerintah untuk menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan imbas dampak kenaikan BBM agar tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.
5. Meminta pemerintah untuk melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin terdampak secara efektif dengan melakukan berbagai pembenahan struktural.

Berangkat demo

Ketua BEM UI, Bayu Satria Utomo, menyatakan sedang mempersiapkan keberangkatan ke Jakarta Pusat untuk berdemonstrasi. Mereka hendak berunjuk rasa di kawasan Patung Arjuna Wijaya (patung kuda) Jl Medan Merdeka Barat, seberang Monas.

"Dari UI ada 150 orang massa aksi, kami akan bergabung dengan massa aksi lainnya," kata Bayu yang masih berada di kampus UI, Depok, sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya, polisi sudah menyiapkan pengamanan demonstrasi. Berbagai aliansi dari buruh hingga mahasiswa bakal berunjuk rasa siang ini

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan aliansi yang sudah memberitahukan aksi unjuk rasa salah satunya Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dengan estimasi massa 1.000 orang dengan titik aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus).

Selain itu, ada Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) estimasi massa 200 orang dengan titik di kantor Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI dilanjutkan ke Patung Kuda. Selanjutnya ada Dema UIN Jakarta, estimasi massa 700 orang dengan titik aksi di kawasan Patung Kuda.

Simak juga 'Simak! Rekayasa Lalin Jelang Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Patung Kuda':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT