Siswi SMP Korban Ekshibisionis di Jaksel Dapatkan Trauma Healing

ADVERTISEMENT

Siswi SMP Korban Ekshibisionis di Jaksel Dapatkan Trauma Healing

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 11:10 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pria ekshibisionis melakukan onani di depan siswi SMP di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel). Korban akan mendapatkan trauma healing atau penyembuhan trauma atas peristiwa tersebut.

"Trauma healing-nya kami rujuk ke P2TP2A," kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Mariana kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Mariana tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kondisi siswi korban ekshibisionis tersebut. Dia mengatakan trauma yang dialami korban akan dikonsultasikan dengan psikolog di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Kalau untuk kondisi siswinya kan yang bisa memberikan ini nya bukan saya nanti psikolognya," ujarnya.

"Kita nggak memberikan konseling tapi kita merujuk ke P2TP2A," imbuhnya.

Selain itu, dia mengatakan dirinya sudah bertemu langsung dengan pihak sekolah dan korban. Dia menyebut pertemuan itu berfokus untuk memulihkan kondisi korban.

"Saya lebih ke penanganan korbanya kalau untuk (membuat laporan ke polisi atau tidak) kayak gitu nya kan monggo silakan saja gitu kan, itu kan haknya korban dan pelapor. Kami lebih kepada penanganan korbannya aja," tuturnya.

Siswi Korban Ekshibisionis Lapor Sekolah

Kejadian bermula ketika kedua korban saat itu sedang berolahraga di luar sekolah, melihat pelaku yang menaiki motor mengikuti keduanya dari belakang. Pelaku juga ikut berhenti di dekat korban, lalu melakukan tindakan yang tidak senonoh.

"Awalnya kita berdua lagi joging, tiba-tiba dia (pelaku) ngikutin gitu dari belakang, terus saya mikir ada siapa itu, ya udah kita duduk main handphone, makan. Terus tiba-tiba orangnya melakukan itu (tindakan ekshibisionis)," kata salah satu korban, Z (13) saat ditemui detikcom di Jaksel, Rabu (7/9).

Korban mengaku telah berpindah-pindah tempat ketika pelaku terus membuntutinya. Namun ketika korban berhenti, pelaku juga ikut berhenti untuk melakukan tindakan tidak senonoh.

"Kaya dikeluarin gitu (kemaluan), terus posisinya dia ngikutin terus, kita sudah pindah tempat, terus dia ikuti. Terus dia kayak sok-sokan olahraga, terus melakukan itu (masturbasi)," kata korban yang lain, K.

Simak juga 'Ekshibisionisme adalah Fenomena 'Baru'':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT