ADVERTISEMENT

Edy Mulyadi Masih di Rutan, Pengacara Yakin Segera Dibebaskan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 16:30 WIB
Edy Mulyadi memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022).
Edy Mulyadi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Hakim memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari tahanan usai divonis 7 bulan 15 hari penjara terkait kasus 'tempat jin buang anak'. Pengacara Edy Mulyadi, Ahmad Yani, menyebut kliennya masih berada di Rutan Bareskrim.

"Tadi kita berpisah, sudah dibawa langsung ke Bareskrim. Dia (Edy Mulyadi) titipan, dia bukan lagi tahanan kepolisian, itu kan tahanannya tahanan pengadilan karena sudah diperpanjang oleh jaksa, jadi itu memang otoritas pengadilan dan otoritas majelis hakim," kata Ahmad Yani kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Ahmad Yani menyebut jaksa memiliki waktu sampai pukul 24.00 WIB nanti untuk mengeluarkan Edy Mulyadi dari tahanan. Ahmad Yani yakin jaksa akan melaksanakan perintah hakim.

"Majelis hakim sudah memerintahkan untuk mengeluarkan dan melepaskan saudara Edy Mulyadi, si punya otoritas, pemilik yang menahan itu sudah menyatakan diri dalam putusannya agar saudara Edy Mulyadi dilepaskan paling lambat pukul 24.00 WIB," tuturnya.

"Insyaallah nanti Bareskrim dan kawan-kawan jaksa sebagai eksekutor harus melaksanakan perintah seperti biasa terhadap terdakwa-terdakwa lain. Jadi tidak ada hal ihwal yang menghalangi Pak Edy Mulyadi, paling lambat jam 24 nanti malam demi hukum harus dikeluarkan dari tahanan Mabes Polri," imbuhnya.

Sebelumnya, hakim ketua Adeng AK memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari sel tahanan usai dibacakannya vonis 7 bulan 15 hari terkait kasus 'tempat jin buang anak'. Apa alasan hakim?

Mulanya, hakim ketua Adeng AK membacakan amar putusan dengan menjatuhkan pidana terhadap Edy Mulyadi, yakni 7 bulan 15 hari penjara. Hakim menyatakan Edy terbukti bersalah menyiarkan kabar tidak pasti.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau tidak lengkap sedangkan ia mengerti setidak tidaknya patut menduga kabar demikian dapat menimbulkan keonaran di masyarakat," kata hakim ketua Adeng AK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/9).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yakni 7 bulan 15 hari," imbuhnya.

Hakim juga memerintahkan Edy segera dikeluarkan dari tahanan. Edy Mulyadi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim.

Hakim mengungkapkan alasan Edy harus segera keluar dari sel tahanan. Hal itu karena, pidana yang dijatuhkan terhadap Edy sama dengan masa penangkapan atau penahanan yang telah dijalani.

"Oleh karena masa pidana yang akan dijatuhkan terhadap terdakwa sama dengan masa penangkapan atau penahanan yang telah dijalani terdakwa, maka perlu diperintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim.

(whn/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT