Jaksa Bakal Banding Vonis 7,5 Bulan Penjara Edy Mulyadi

ADVERTISEMENT

Jaksa Bakal Banding Vonis 7,5 Bulan Penjara Edy Mulyadi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 15:04 WIB
Edy Mulyadi memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022).
Edy Mulyadi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Edy Mulyadi divonis 7 bulan 15 hari penjara terkait kasus 'tempat jin buang anak'. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jakpus akan mengajukan banding atas putusan itu.

"Nanti kita akan tempuh upaya hukum banding," kata Kasi Intel Kejari Jakpus, Bani Imanuel Gingting, saat dihubungi, Senin (12/9/2022).

Diketahui, vonis terhadap Edy Mulyadi terbilang rendah karena jauh dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut agar Edy Mulyadi divonis 4 tahun penjara. Bani mengatakan jaksa akan mengajukan banding dalam kasus itu karena diduga pasal yang di jatuhkan hakim di vonis tersebut berbeda dengan tuntutan jaksa.

"Pasalnya berbeda dengan yang dituntut," kata Bani.

Dalam vonis tersebut, hakim juga memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari tahanan. Merespons hal itu, jaksa mengaku akan melaksanakan putusan tersebut.

"(Akan) melaksanakan putusan hakim," ujarnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi dituntut hukuman 4 tahun penjara terkait kasus 'tempat jin buang anak', Dalam tuntutannya, jaksa meyakini Edy Mulyadi melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian hakim menjatuhkan vonis terhadap Edy Mulyadi hukuman selama 7 bulan 15 hari penjara terkait kasus 'tempat jin buang anak' karena menyiarkan kabar yang tidak pasti. Hakim memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari tahanan.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim ketua Adeng AK saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut masa pidana yang dijatuhkan terhadap Edy sama dengan masa penangkapan atau penahanan. Atas dasar itu, hakim meminta agar Edy segera dikeluarkan dari tahanan.

"Oleh karena masa pidana yang akan dijatuhkan terhadap terdakwa sama dengan masa penangkapan atau penahanan yang telah dijalani terdakwa, maka perlu diperintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim.

Edy diketahui tidak terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana ataupun Pasal 14 ayat (2) UU RI No 1/1946. Hakim menyatakan Edy bersalah melanggar dakwaan pertama subsider, yakni Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT