Demo Penyesuaian Tarif, Driver Taksi Online Minta Bertemu Pihak Aplikasi

ADVERTISEMENT

Demo Penyesuaian Tarif, Driver Taksi Online Minta Bertemu Pihak Aplikasi

Mulia Budi - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 16:23 WIB
Massa yang mengatasnamakan Driver Online Indonesia (Drone) menggelar aksi di depan kantor pusat perusahaan pemilik aplikasi transportasi online di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2022). Massa menuntut penyesuaian tarif taksi online imbas kenaikan harga BBM.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Massa yang menamakan diri Driver Online Indonesia (Drone) masih berunjuk rasa menuntut penyesuaian tarif setelah harga BBM naik di depan kantor pusat perusahaan pemilik aplikasi transportasi online di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Massa masih berharap pemimpin aplikasi tersebut menemui mereka.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (12/9/2022), sekitar pukul 15.05 WIB, massa dan polisi sempat terlibat aksi saling dorong. Massa mendesak masuk ke kantor perusahaan transportasi online tersebut.

Aparat tampak menyiagakan sebuah mobil rantis untuk menghalau massa. Perwakilan massa tampak meminta polisi menemui perwakilan pihak aplikasi transportasi online tersebut untuk menentukan tanggal pertemuan dari pihak aplikasi untuk menemui mereka.

"Kami masih menunggu. Silakan perwakilan Gojek keluar dan naik ke sini. Kami masih menunggu perwakilan Gojek. Tidak ada mediasi di belakang meja," ujar salah satu orator di atas mobil komando.

"Kita standby dulu," imbuhnya.

Massa tampak masih menunggu hasil komunikasi polisi dengan pihak aplikasi transportasi online tersebut. Massa menuntut agar tanggal dan lokasi pertemuan dapat ditentukan.

Berikut ini isi tuntutan Driver Online Indonesia:

1. Pisahkan BB (Blue Bird) dari aplikasi Gocar karena berimbas pada orderan Gocar yang masuk ke BB dan hapus sistem alokasi order/sistem kasta prioritas dan lainnya kembali ke sistem awal adanya aplikasi online di Indonesia, yaitu ride sharing di mana mitra bebas dalam memilih untuk mengambil ataupun tidak orderan karena kami bukan karyawan yang digaji tetap oleh pihak aplikasi Gojek, Grab.
2. Penyesuaian tarif imbas adanya kenaikan harga BBM harus melibatkan seluruh komponen Driver Online Indonesia Grab-Gojek
3. Turunkan potongan 20% yang selama ini dibebankan kepada mitra dan hapus biaya-biaya tambahan berimbas pada penurunan jumlah order oleh customer ataupun mitra driver online itu sendiri Grab-Gojek
4. Revisi perjanjian kemitraan yang adil dan melibatkan seluruh elemen driver online
5. Stop penerimaan mitra baru Grab-Gojek untuk menjaga kestabilan antara penumpang dan mitra driver online

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT