Anak Magang Malah Cuma Disuruh Bikin Kopi, Saya Harus Bagaimana?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Anak Magang Malah Cuma Disuruh Bikin Kopi, Saya Harus Bagaimana?

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 11 Sep 2022 10:02 WIB
Young man and woman startups business meeting to discuss the situation on the marketing in the meeting room.
Ilustrasi Kantor (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Program magang bagi siswa SMK atau mahasiswa diharapkan bisa mengenalkan dunia kerja. Tapi pada kenyataannya, ada anak magang yang malah cuma jadi tukang bikin kopi atau tukang fotokopi. Bagaimana seharusnya?

Berikut pertanyaan lengkapnya:

Halo detik

Saya anak magang, terus disuruh-suruh yang nggak jelas. Kayak disuruh bikin kopi atau melakukan yang nggak sesuai kerjaannya. Saya harus bagaimana? Apa ada penjelasan harus lapor ke mana?

Wasalam

Selain itu, pembaca detik's Advocate juga bisa mengirimkan permasalahan yang terjadi sehari-hari dan dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com

JAWABAN:

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kami akan uraikan satu per satu sebagai berikut:

Apa itu Magang?

Pasal 1 angka 11 UU ketenagakerjaan menyatakan:

Pemagangan atau yang dikenal pula dengan sebutan magang adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Apa Kewajiban Peserta Magang

Pasal 22 UU Ketenagakerjaan menyatakan:

1. menaati perjanjian magang
2. mengikuti tata tertib program magang dan perusahaan

Apa Hak Peserta Magang?

Pasal 13 ayat (1) Permenaker 6/2020 menyatakan:

Peserta magang berhak:

1. memperoleh bimbingan dari pembimbing pemagangan atau instruktur.
2. memperoleh pemenuhan hak sesuai dengan perjanjian pemagangan.
3. memperoleh fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja selama mengikuti pemagangan.
4. memperoleh uang saku
5. diikutsertakan dalam program jaminan sosial; dan
6. memperoleh sertifikat pemagangan atau surat keterangan telah mengikuti pemagangan.

Selain itu, Konvensi International Labour Organization nomor 190 (KILO 190) tentang kekerasan dan pelecehan di dunia kerja yang disahkan di sidang ILO pada tahun 2019, menyebut anak magang sebagai pekerja.

Kesimpulan:

Anak magang berhak memperoleh pemenuhan hak sesuai dengan perjanjian pemagangan. Kalau kamu magang di bagian administrasi, maka tidak boleh disuruh membuat kopi. Kan kamu bukan OB.

Upaya Hukum:

Bila kamu magang dan disuruh mengerjakan di luar bidang magangmu, maka:

1. Pertama diselesaikan secara kekeluargaan. Bilang dengan baik-baik ke atasan langsung bila kamu magang di bidang X, bukan magang bikin kopi.
2. Bila tetap dipekerjakan tidak sesuai yang diperjanjikan dalam perjanjian magang maka dapat dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat. Cara lapor ini bisa Anda lakukan secara online melalui website Disnaker. Selanjutnya akan dilakukan mediasi untuk kedua belah pihak.
3. Anda juga bisa melaporkan perusahaan yang menyalahi aturan magang juga bisa dilaporkan melalui website www.lapor.go.id yang ditujukan pada instansi Kementerian Ketenagakerjaan.

Demikian jawaban dari kami

Semoga bermanfaat

Terima kasih

Tim Pengasuh detik's Advocate

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke e-mail: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT