PAM Jaya Akan Rekrut Pegawai Palyja-Aetra Jelang Berakhirnya Swastanisasi Air

ADVERTISEMENT

PAM Jaya Akan Rekrut Pegawai Palyja-Aetra Jelang Berakhirnya Swastanisasi Air

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 17:37 WIB
Tandon dari PAM Jaya untuk atasi masalah air bersih di Kampung Kubur Baru, Koja, Jakarta Utara, Selasa (24/1/2022).
Ilustrasi tandon dari PAM Jaya untuk atasi masalah air bersih di Kampung Kubur Baru, Koja, Jakarta Utara. (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya berencana merekrut karyawan Palyja dan Aetra. Rencana ini menyusul berakhirnya kerja sama pengelolaan air antara PAM Jaya dan kedua mitra itu pada 31 Januari 2023.

Hal ini ditandai dengan Kesepakatan Bersama tentang Pengalihan Aspek Sumber Daya Manusia dalam Masa Transisi antara PAM Jaya dan kedua mitra. Kesepakatan tersebut dibuat untuk memastikan masa transisi tidak mengganggu operasional pelayanan air di Jakarta.

"Sesuai kesepakatan, PAM JAYA dapat mempekerjakan karyawan kedua mitra dengan menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan PAM JAYA dan mempertimbangkan sejarah karier, kepangkatan, dan pengalaman karyawan tersebut," kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Arief mengatakan kesepakatan ini diharapkan dapat menjaga suasana kerja yang kondusif sekaligus menjamin terjaganya pelayanan pelanggan. Dalam kesepakatan ini, menurut Arief, kedua mitra sepakat untuk tetap memperhitungkan hak masa kerja karyawan kedua mitra sebelum dialihkan kepada PAM Jaya.

"Kami berterima kasih atas kerja sama dari kedua mitra (PALYJA dan AETRA) melalui kesepakatan ini, sehingga proses transisi dapat berjalan baik dengan tetap mengutamakan kepentingan pelanggan," ucap Arief.

Arief menambahkan, kesepakatan ini juga akan mencakup pengalihan pengetahuan sehubungan dengan aspek SDM, uji tuntas dan kajian lain yang berkaitan dengan SDM, pemetaan, dan pemahaman mengenai aspek SDM yang berada di mitra, serta identifikasi informasi-informasi dan dokumen-dokumen mitra yang terkait SDM.

Sebagaimana diketahui, perjanjian kerja sama (PKS) antara Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dan PT Aetra Air Jakarta resmi dicabut. Pencabutan dilakukan berdasarkan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pencabutan PKS ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1209 Tahun 2021. Melalui kepgub terbaru, Anies membatalkan kepgub sebelumnya yang berisikan persetujuan adendum PKS.

"Keputusan Gubernur Nomor 891 Tahun 2020 tanggal 31 Agustus 2020 tentang Persetujuan Adendum Perjanjian Kerja Sama antara Perusahaan Daerah Air Minum DKI Jakarta dengan PT Aetra Air Jakarta dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," demikian bunyi pasal 1 Kepgub terbaru Anies yang dilihat, Jumat (15/10).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT