Polri soal Jadwal Sidang Etik Irjen Napoleon Bonaparte: 2 Minggu Lagi

ADVERTISEMENT

Polri soal Jadwal Sidang Etik Irjen Napoleon Bonaparte: 2 Minggu Lagi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 17:28 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara di kasus red notice Djoko Tjandra. Usai jalani sidang, Irjen Napoleon tampak berjoget TikTok. Berikut potretnya
Irjen Napoleon (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Mantan Kadiv Hubinter Bareskrim Polri Irjen Napoleon Bonaparte bakal menjalani sidang komisi kode etik (KKEP). Sidang etik ini berkaitan dengan kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra serta TPPU.

"Informasi dua minggu lagi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (9/9/2022).

Dedi belum menjelaskan tanggal pasti sidang etik Irjen Napoleon. Dedi mengatakan jadwal pastinya masih menunggu keputusan lebih lanjut.

"Tetapi jadwalnya nanti, nunggu dulu," kata Dedi.

Diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Napoleon Bonaparte. Alhasil, Napoleon tetap dinyatakan bersalah menerima suap dari Djoko S Tjandra dan harus menjalani hukuman 4 tahun penjara.

"Amar putusan JPU dan Terdakwa tolak," demikian bunyi amar singkat majelis kasasi yang dilansir website MA, Kamis (4/11/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Ansori dan Eddy Army. Adapun panitera pengganti perkara nomor 4356 K/PID.SUS/2021 adalah Agustina Dyah Prasetyaningsih.

"Tanggal putus 3 November 2021," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula saat patgulipat makelar kasus (markus) itu terbongkar pada 2020. Djoko yang berstatus sebagai buron bisa melenggang ke Jakarta, membuat e-KTP dan mendaftar PK ke PN Jaksel. Akal bulus Djoko dibantu pengacara Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking.

Belakangan juga terungkap Djoko mengurus permohonan fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi yang membelitnya. Kasus ini melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya. Dalam dakwaan jaksa, nama Ketua MA dan Jaksa Agung disebut-sebut di kasus itu.

Nah, untuk memuluskan aksinya di atas, Djoko menyuap aparat agar namanya di red notice hilang. Pihak yang disuap adalah Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Seorang markus ikut terseret, yaitu Tommy Sumardi. Mereka akhirnya diadili secara terpisah.

Berikut ini daftar hukuman komplotan Djoko Tjandra itu:

1. Djoko Tjandra, dihukum 2,5 tahun penjara di kasus surat palsu dan 4,5 tahun penjara di kasus korupsi menyuap pejabat. Hukuman 4,5 tahun penjara disunat PT Jakarta menjadi 3,5 tahun penjara sehingga total Djoko dihukum 6 tahun penjara.

Selain itu, Djoko harus menjalani hukuman korupsi 2 tahun penjara di kasus korupsi cessie Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara.

2. Jaksa Pinangki hanya dituntut oleh sesama jaksa selama 4 tahun penjara saja. Awalnya Pinangki dihukum 10 tahun penjara tapi disunat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 4 tahun penjara. Pinangki telah bebas bersyarat.

3. Irjen Napoleon divonis 4 tahun penjara. Irjen Napoleon sedang menjalani sidang kasus penganiayaan terhadap M Kace. Polisi juga sedang mengusut dugaan kasus pencucian uang Napoleon.

4. Brigjen Prasetijo divonis 3,5 tahun penjara.

5. Tommy Sumardi divonis 2 tahun penjara.

6. Andi Irfan divonis 6 tahun penjara.

Lihat juga video 'Sindiran Irjen Napoleon ke Pihak 'Berjasa' di Kasus Ferdy Sambo':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT