KPK Akan Lelang Mobil Mewah Milik Eks Bupati Muara Enim

ADVERTISEMENT

KPK Akan Lelang Mobil Mewah Milik Eks Bupati Muara Enim

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 17:01 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK bakal melelang sejumlah barang hasil rampasan milik terpidana eks Bupati Muara Enim Ahmad Yani. Lelang itu akan dilakukan lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"KPK bersama dan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan melaksanakan lelang barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding)," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Ali mengatakan lelang dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Koruptor (Tipikor) yang telah berkekuatan hukum tetap. Adapun putusan itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor 256K/Pid.Sus/2021 tanggal 26 Januari 2021 juncto putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Palembang Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2020/PT.PLG tanggal 13 Juli 2020 juncto putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor 32/Pid.Sus-TPK/2019/Pn.PLG

Ali menjelaskan KPK bakal melelang dua buah mobil milik Ahmad Yani. Salah satunya mobil SUV mewah merek Lexus dengan tipe LX 750 yang dilelang dengan limit Rp 817 juta.

"Satu unit mobil merek Lexus tipe LX 570 AT warna hitam dengan nomor polisi B-2662-KS dilengkapi kunci mobil dan STNK dengan harga limit Rp 817.919.000 dan uang jaminan Rp 180 juta," jelas Ali.

Kemudian, barang rampasan kedua merupakan kendaraan mobil berjenis pikap bermerek TATA. Ali menyebut mobil itu bakal dilelang dengan limit Rp 52 juta.

"Satu unit mobil merek berwarna putih dilengkapi kunci mobil dan STNK dengan harga limit Rp 52.951.000 dan uang jaminan Rp 20 juta," tutur Ali.

Ali menyebut pelelangan bakal dilaksanakan pada Rabu (14/9).

Diketahui, eks Bupati Muara Enim Ahmad Yani terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi lantaran terbukti menerima suap dari pengusaha terkait proyek Dinas PUPR di Muara Enim pada 2019. Dia terbukti menerima suap senilai Rp 3 miliar.

Ahmad Yani menjalani hukuman 7 tahun penjara setelah Mahkamah Agung memperberat hukumannya. Semula, Ahmad Yani hanya divonis 5 tahun penjara.

Lihat juga video 'KPK Tetapkan 15 Anggota DPRD Muara Enim Tersangka Suap 'Ketok Palu'':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT