Serangan Balik Jenderal Dudung ke Senayan

ADVERTISEMENT

Serangan Balik Jenderal Dudung ke Senayan

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 07:32 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyerang balik Senayan. Serangan balik itu dilontarkan Dudung usai keharmonisan hubungannya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dipertanyakan anggota dewan di rapat Komisi I DPR.

Adalah anggota dewan dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, yang kali pertama mempertanyakan di dalam rapat yang dihadiri Andika tanpa Dudung itu. Kepada Andika, Effendi mempertanyakan isu ketidakharmonisan dengan Dudung.

Effendi mengatakan ketidakharmonisan antara Andika dan Dudung itu merebak sejak keduanya dilantik. Bahkan, politikus PDIP itu menyebut sudah menjadi rahasia umum 'di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD di situ'. Effendi mencontohkan ketidakhadiran Dudung di Super Garuda Shield.

Dudung: Saya dengan Panglima Baik-baik Saja

Diisukan tidak harmonis dengan atasannya, Dudung pun buru-buru membantah. Dudung mengatakan hubungannya dengan Andika baik-baik saja.

"Saya dengan Panglima TNI sampai sekarang masih baik-baik saja. Tidak ada perbedaan apa pun," kata Dudung di Mabes AD, Rabu (7/9/2022).

Dudung juga menjawab asumsi yang menyebut dimana ada Panglima TNI, tidak ada KSAD. Dudung menyebut hal tersebut yang harus diwaspadai, karena menjadi ancaman internal.

"Itu kan orang-orang yang harus kita waspadai, ancaman-ancaman internal yang suka mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa model-model begitu itu," ujarnya.

Dudung menegaskan semua anggota TNI saat ini masih solid. Bahkan, dia menyebutkan, sejak isu keretakan muncul, dia sudah berkomunikasi dengan Andika melalui SMS. Namun, kata Dudung, hingga kini dia dan Andika belum bertemu secara langsung.

"Beliau ada kesibukan kan mau ke luar negeri, saya belum sempat. Tapi saya sudah SMS-an nggak ada masalah, nggak ada yang dipermasalahkan," pungkasnya.

Dudung menegaskan perbedaan dalam TNI termasuk antara dia dan TNI merupakan hal biasa. Dia bahkan menyinggung soal perbedaan yang terjadi di TNI pada saat Hadi Tjahjanto menjabat Panglima TNI.

"TNI solid. Kalau ada perbedaan itu biasa. Dalam satu organisasi mungkin saya dengan Wa-KSAD juga ada perbedaan, saya dengan staf saya ada perbedaan, Kasdam dengan Pangdam ada perbedaan, pejabat lama dengan pejabat baru ada perbedaan kebijakan itu biasa, jangan dibesar-besarkan," kata dia.

"Dulu mungkin zaman Pak Hadi dan Pak Andika ada perbedaan ya nggak apa-apa, itu dinamika jangan dibesar-besarkan. TNI itu tetap solid, nggak ada masalah kita," imbuh Dudung.

Dudung serang Senayan. Simak di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT