ADVERTISEMENT

Laporan Korban Dinanti saat Peremas Pantat Wanita Dilepaskan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 07:23 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan (Foto: iStock)
Jakarta -

Polisi melepaskan pria inisial HH (32), ojek online (ojol) yang diduga meremas bokong wanita inisial KWL (20) di Setiabudi, Jakarta Selatan. HH akhirnya dipulangkan karena polisi tidak menerima laporan dari pihak korban.

Meski begitu, polisi mewajibkan HH untuk lapor diri. Pihak korban juga dinantikan polisi untuk membuat laporan di kepolisian agar HH bisa diproses lebih lanjut.

Seperti diketahui, aksi pelecehan itu terjadi di lokasi kebakaran di Jl Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban saat itu datang ke lokasi untuk mengecek rumah tantenya yang kebakaran. Di saat bersamaan pelaku melintas di loksi dan melakukan pelecehan kepada korban.

"Pertama tersenggol biasa kan karena banyak orang lewat. Begitu kedua kok agak berasa kan mungkin. Ketiga teriak dia dipegang lagi pantatnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Suparmin, saat dihubungi, Selasa (6/9).

Kejadian itu membuat korban berteriak dan menimbulkan reaksi warga. Warga kemudian memukuli HH dan mengamankannya.

Pelaku Dilepas karena Korban Tak Lapor

Polisi memanggil keluarga HH. HH kemudian dipulangkan setelah membuat surat pernyataan.

"Kita panggil keluarganya, kita kasih penjelasan kita wajibin lapor aja. Sementara itu, kita pulangkan. Intinya, keluarganya kita panggil biar jelas," kata Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Suparmin saat dihubungi, Selasa (6/9).

Dia mengatakan pelaku telah membuat surat pernyataan dan wajib lapor ke Polsek Setiabudi. Pihak keluarga pelaku juga telah dipanggil.

"Keluarganya baru bisa datang. Makanya tadi kami panggil keluarganya. Semalam telepon, terus baru datang dari keluarganya. Kalau ada apa-apa juga kan keluarganya tahu," tuturnya.

Baca di halaman selanjutnya: pelaku dikenai wajib lapor

Simak juga 'Rekaman CCTV Penumpang Singkap Hijab Petugas KA di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT