Putri Candrawathi Tak Ditahan, Polri Dinilai Diskriminatif

ADVERTISEMENT

Putri Candrawathi Tak Ditahan, Polri Dinilai Diskriminatif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 04 Sep 2022 07:00 WIB
Abdul Fickar Hadjar
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengkritik Polri yang tidak menahan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Dia menilai Polri diskriminatif jika tidak menahan Putri.

"Dengan tidak ditahannya PC (Putri Candrawathi) kepolisian sudah bersikap diskriminatif terhadap tersangka perempuan lainnya," kata Abdul Fickar kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Dia menjelaskan syarat seorang tersangka dapat ditahan itu karena ancaman pidananya di atas 5 tahun penjara hingga dikhawatirkan melarikan diri. Namun, kata dia, kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J itu seharusnya bisa membuat Putri ditahan karena ancaman hukuman pidananya berat.

"Seseorang dapat ditahan itu syaratnya adalah ancaman pidananya 5 tahun ke atas, dikhawatirkan melarikan diri dan mengulangi perbuatannya serta dikhawatirkan menghilangkan atau merusak barang bukti. Penerapannya sepenuhnya kewenangan penyidik/penuntut umum atau hakim sesuai tingkat prosesnya," ucapnya.

"Tetap berdasarkan rasa keadilan dalam masyarakat dan umumnya kasus yang pernah ada, maka seharusnya sangkaan Pasal 340 KUHP itu ditahan karena tindak pidananya berat," tambahnya.

Putri Tak Ditahan karena Alasan Kemanusiaan

Sebelumnya, pengacara Putri mengatakan kliennya tidak ditahan. Alasannya adalah Putri masih mempunyai anak kecil dan kesehatannya tidak stabil.

"Terkait soal penahanan Ibu Putri, kami sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat 1 KUHAP itu kita boleh mengajukan permohonan itu dan kita mengajukan karena alasan kemanusiaan," kata pengacara Putri, Arman Hanis, di gedung Bareskrim Polri, Rabu (31/8).

"Ibu Putri masih mempunyai anak kecil dan Ibu Putri masih dalam kondisi tidak stabil," tambahnya.

Meski begitu, Putri dikenai wajib lapor dua kali dalam seminggu. Dia memastikan bahwa kliennya tidak akan ke mana-mana lantaran sudah dicekal ke luar negeri.

Simak Video: Terpopuler Sepekan: Rekonstruksi Kasus Yosua hingga Harga BBM Naik

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT