ADVERTISEMENT

Bank Banten-Kejati Sepakat Selesaikan Kredit Macet Rp 364 Miliar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 02 Sep 2022 18:27 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak (M Iqbal-detikcom)
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak (M Iqbal/detikcom)
Jakarta -

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan pihaknya segera melakukan penyelesaian tunggakan kredit macet di Bank Banten. Penyelesaian ini berdasarkan kesepakatan antara Kejati dan Bank Banten.

Tindak lanjut dari kesepakatan tersebut disetujui oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan manajemen Bank Banten pada Kamis (11/8) di Pendapa Gubernur.

Leonard menyebut pada Rabu (31/9) telah dilaksanakan rapat bersama tim Bank Banten dengan tim jaksa pengacara negara. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati pemberian surat kuasa khusus, yang akan diserahkan pada Selasa (6/9) pekan depan.

"Bank Banten akan memberikan surat kuasa khusus secara bertahap kepada Kejati Banten untuk menyelesaikan masalah kredit macet sebesar Rp 364 miliar dari 862 debitur," kata Leonard, Jumat (2/9/2022).

Pertemuan dua instansi itu merupakan tindak lanjut dari surat permohonan bantuan dan pendampingan hukum yang disampaikan ke Kejati Banten pada 9 Agustus. MoU juga telah ditandatangani terkait hal ini.

"Yang pada pokoknya mengajukan permohonan bantuan dan pendampingan hukum dari Kejati Banten dalam hal perbaikan, penyelamatan, dan penyelesaian portofolio aset kredit berkualitas rendah," ujarnya.

Leonard menyebut, setelah mendapat surat kuasa khusus, tim jaksa pengacara negara tentu dapat melakukan pemanggilan atau undangan kepada para debitur yang macet. Mereka diminta menyelesaikan kredit terlebih dahulu sebagai upaya nonlitigasi atau tanpa proses persidangan.

"Dan hasil wawancara serta dokumen data yang diperoleh dari pemanggilan para debitur, akan dikoordinasikan dengan Bank Banten untuk strategi penyelesaian kredit macet dimaksud," jelasnya.

Ia meminta para debitur yang akan dipanggil karena kredit macet datang sesuai undangan.

"Kiranya segera beriktikad baik melunasi kreditnya untuk kepentingan restrukturisasi dan penguatan Bank Banten," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kejati Banten saat ini juga sedang melakukan penyidikan kasus kredit modal kerja dan kredit investasi PT Harum Nusantara Makmur (HNM) ke Bank Banten. Hasil audit investigatif atas kredit itu memunculkan kerugian negara hingga Rp 186 miliar.

"Hasil audit investigatif kerugian negara Bank Banten sebesar Rp 186 miliar," ucap Kajati.

Telah ada dua tersangka, yaitu Direktur PT HNM Rasyid Samsudin dan mantan Plt Pimpinan Cabang Bank Banten di DKI Jakarta Satyavadin Djojosubroto. Kredit ke bank daerah itu nilainya Rp 65 miliar, namun menimbulkan kerugian negara Rp 186 miliar karena ada sisa tagihan pokok, denda tunggakan pokok, dan bunga kredit investasi.

Lihat juga video 'Pimpinan DPR Belum Terima Supres Pengganti Lili Pintauli Siregar':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT