Warga Sebut Jalan Berlumpur di Depok Dibersihkan gegara Pasha Ngamuk

ADVERTISEMENT

Warga Sebut Jalan Berlumpur di Depok Dibersihkan gegara Pasha Ngamuk

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 20:24 WIB
Warga RT 024 RW 005 di Jalan PLN Gandul, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere Depok menyebut penanganan lumpur tanah merah yang cepat lantaran video Pasha Ungu yang viral di media sosial. Pengerjaan proyek sudah dikeluhkan warga sebelumnya.
Jalan berlumpur di Depok sudah dibersihkan. (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Warga RT 024 RW 005 di Jalan PLN Gandul, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Depok, menyebut penanganan lumpur tanah merah yang cepat lantaran video Pasha 'Ungu' yang viral di media sosial. Pengerjaan proyek sudah dikeluhkan warga sebelumnya.

Salah satu warga, Agus Salim (67), mengatakan kebocoran pipa PLN persis di depan toko kelontongnya. Pembersihan kemarin, lanjut dia, juga karena didorong video Pasha Ungu yang marah-marah.

"Pasha ke sini sangat mendukung. Pembersihan kemarin kelanjutan dari Pasha marah. Kan lanjutan itu, dia (pihak proyek) bersihkan langsung, dia siram pakai mobil tangki," papar Agus saat ditemui di lokasi, Kamis (1/9/2022).

Dikatakan Agus, jika pengerjaan kabel bawah tanah sempat dikeluhkan warga. Ia pun berharap pengerjaan galian proyek bisa dikoordinasikan dengan warga.

"Banyak mengeluhkan bukan satu, dua orang. Pertama orang lalu lalang, keduanya penduduk sini juga terdampak. Terdampak seperti kita kan orang lewat warung jadi berantakan," kata Agus.

"Kalau seandainya ada galian dia harus koordinasi dengan masyarakat. Bagaimana caranya pemberitahuan kepada masyarakat, bahwa tanggal sekian sampai tanggal sekian ada pengerjaan yang berakibat begini," sambungnya.

Sementara itu, penjual ketoprak di lokasi, Mariah (38), mengeluh jalan becek dan licin. Menurut Mariah, setelah unggahan viral di media sosial, pihak terkait langsung melakukan perbaikan hingga rapat.

"Terbantu karena ada Pasha, gara-gara dia jadi dirapatin malamnya langsung," kata Mariah.

Lebih lanjut, ia menyebut warung tempatnya berjualan sempat terdampak proyek penggalian. Sebelum lumpur menyembur, air dari dalam tanah tumpah ke tempat warga.

"Kejadiannya baru ini aja kan kemarin air duluan, banjir dari rembesan sini (depan warung). Eh pas airnya berhenti, lumpur yang keluar," terangnya.

Sementara warga lainnya, Luthfi, mengatakan lumpur kemarin sempat ditegur oleh banyak pihak.

"Di situ orang jualan pagi gak ada yang beli. Saya (jualan) sore sudah nggak ada apa-apa. Saya bilangin apa adanya, perbaikan gini nggak ada kompensasi, ada warga-warga sini pada ngomong," kata Luthfi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Geger Beras Bansos Dikubur: Penyelidikan Disetop-Ancaman Hotman Paris

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT