Tebing Bekas Longsor di Cilebut Belum Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Macet

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Tebing Bekas Longsor di Cilebut Belum Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Macet

M Sholihin - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 20:20 WIB
Tebing bekas longsor yang terjadi pada tahun 2020 lalu di Jalan Raya Cilebut Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor belum diperbaiki.
Foto: Sholihin/detikcom
Bogor -

Tebing bekas longsor yang terjadi pada 2020 di Jalan Raya Cilebut, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, belum diperbaiki. Warga mengeluhkan macet akibat belum adanya perbaikan tebing.

"Kita sih maunya ini cepat diperbaiki ya. Ini kan sudah lama ya longsornya, sudah dari tahun 2020, sudah dua tahun. Ini bikin macet, lihat saja cuma satu mobil yang bisa lewat, sementara di sini jalan nggak pernah mati (sepi). Macetnya parah kalau sore atau pagi, kasihan orang-orang," ujar warga sekitar bernama Edi, saat ditemui, Kamis (1/9/2022).

Pantauan di lokasi, tebing yang longsor sejak 2020 itu tampak masih ditutupi 2 lapis terpal berwarna biru. Di bagian bawah tebing nampak bekas pengerjaan pembersihan material bekas longsor.

Pohon dan rumput yang sebelumnya dibiarkan tumbuh di dasar dan samping tebing kini sudah dibabat. Sementara di bagian atas kini dipasangi pembatas berupa pagar bambu.

Pembatas ini memakan badan jalan sehingga hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Akibatnya, pengendara harus bergantian melewati titik tebing yang belum diperbaiki tersebut.

Terlihat juga papan pemberitahuan pengerjaan proyek perbaikan tebing. Di papan tersebut tertulis bahwa proyek bernama 'Pembuatan dinding Penahan Tanah Pada Jalan Cilebut/Batas Kota Bogor-Citayam/Batas Kota Depok Kecamatan Bojonggede'.

Pada papan pemberitahuan itu lokasi ditulis di Kecamatan Bojonggede, bukan Kecamatan Sukaraja sebagaimana lokasi proyek pembangunan TPT. Biaya yang proyek ditulis sebesar Rp 881.500.000. Dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender. Proyek tersebut disebut milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor.

Warga sekitar menyebutkan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Hal itu ditandai dengan pemasangan plang proyek dan pengerjaan pembersihan pada dasar tebing. Namun menurut warga, pengerjaan itu sudah tidak dilanjutkan sekitar sepekan yang lalu.

"Sudah, beberapa minggu lalu sudah ada tuh petugas ya gali-gali di bawah. Itu kelihatan sudah agak rapih, tapi sudah sejak seminggu lalu nggak ada pengerjaan," kata Edi.

Edi berharap pembangunan TPT segera dilanjutkan karena sudah lama ditunggu warga. Selain dikhawatirkan terjadi longsor susulan, kondisi jalan yang rusak akibat longsor juga menyebabkan kemacetan parah.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT