Dishub DKI Tak Ajukan Tambahan Subsidi Tarif Integrasi MRT-LRT-TransJ

ADVERTISEMENT

Dishub DKI Tak Ajukan Tambahan Subsidi Tarif Integrasi MRT-LRT-TransJ

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 31 Agu 2022 13:25 WIB
Sopir TransJakarta dipukul oleh seorang pengendara mobil di Ciputat, Tangerang Selatan. Peristiwa itu direkam oleh penumpang bus TransJakarta dan viral.
Foto: Getty Images/holgs
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan tak akan mengajukan tambahan anggaran subsidi transportasi TransJakarta, MRT, dan LRT karena pemberlakuan tarif integrasi. Syafrin memastikan kegiatan operasional ketiga mode transportasi itu tetap bisa dibiayai dengan anggaran public service obligation (PSO) yang telah disepakati.

"Mencermati besaran subsidi saat ini tidak akan ada penambahan subsidi. Karena keseluruhan itu besar PSO tahun ini itu cukup untuk membiayai secara keseluruhan," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Syafrin menjamin Dishub DKI tak akan meminta tambahan subsidi transportasi di tahun pertama maupun tahun kedua penerapan tarif integrasi.

"Sampai tahun depan sudah dihitung," jelasnya.

Syafrin membeberkan, pada 2019, Dishub DKI menerima subsidi transportasi LRT, MRT, dan TransJakarta sebesar Rp 14 miliar. Sedangkan pada 2020 turun menjadi Rp 4 miliar.

Pada 2021, nilai subsidi tiket transportasi mengalami peningkatan menjadi Rp 6 miliar. Di sisi lain, Syafrin mengakui akan terjadi koreksi besaran subsidi apabila tarif integrasi transportasi diterapkan dalam jangka panjang.

Kendati begitu, dia meyakini penerapannya akan diiringi dengan peningkatan jumlah penumpang (ridership) sehingga mempengaruhi pendapatan.

"Tahap awal memang akan ada koreksi dr sisi besaran subsidi, tapi jangka panjang dari hitungan konsultan akan ada peningkatan ridership, dengan pola ini tentu juga akan ada peningkatan pendapatan dari operator," terangnya.

Sebagaimana diketahui, tarif maksimum integrasi TransJakarta, MRT, dan LRT sebesar Rp 10 ribu. Untuk pengguna layanan integrasi ini, penumpang wajib melakukan tap in dan tap out.

Biaya awal tarif integrasi ini akan sebesar Rp 2.500. Selanjutnya, akan dikenakan tarif Rp 250 per kilometer.

"Maksimum waktu tempuh dalam satu kali perjalanan untuk jumlah maksimum tarif sebagaimana dimaksud selama 180 menit," demikian isi kepgub Anies.

Di kepgub Anies juga dijelaskan, jika dalam satu kali perjalanan memakan waktu lebih dari 180 menit, selain kena tarif maksimum, akan dihitung paket tarif perjalanan berikutnya.

(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT