BAZNAS Paparkan 8 Program Prioritas Nasional di Tahun 2023

ADVERTISEMENT

BAZNAS Paparkan 8 Program Prioritas Nasional di Tahun 2023

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2022 20:45 WIB
Program Prioritas Nasional BAZNAS
Foto: BAZNAS
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan delapan Program Prioritas Nasional Tahun 2023. Penyusunan program ini dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai aspek.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan kedelapan Program Prioritas Nasional BAZNAS Tahun 2023 di antaranya beasiswa, rumah layak huni, rumah sehat baznas, penguatan baznas tanggap bencana, baznas microfinance/bank zakat mikro, zmart, zchicken, dan santripreneur.

"BAZNAS menyadari betul bahwa aspek pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, menjadi sangat penting untuk masyarakat di pascapandemi. Demi membantu umat yang membutuhkan, BAZNAS akan berfokus pada aspek-aspek itu, tapi tentu saja tidak melupakan aspek lainnya," kata Saidah dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/8/2022).

Di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2022, yang diadakan di Jakarta pada 24-26 Agustus 2022, Saidah menjelaskan untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota, BAZNAS akan memperkuat aspek kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan dakwah advokasi.

"Pelayanan mustahik dibagi dalam dua sisi, yakni yang bersifat aktif dan bersifat pasif. Untuk pelayanan aktif, dilakukan dengan melakukan pendataan dan penelusuran calon mustahik yang akan menjadi penerima manfaat program penyaluran. Sedangkan pelayanan pasif dilakukan dengan menerima permohonan dari calon mustahik untuk menjadi penerima manfaat program penyaluran," ucap Saidah.

Ke depan pihaknya juga akan mencatat dan menindaklanjuti keluhan dari mustahik yang menjadi bagian dari pengelolaan pelayanan mustahik.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Penghimpunan Rizaludin Kurniawan meminta dukungan dari semua pihak. Karena menurutnya kelancaran program prioritas BAZNAS perlu didukung oleh penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang besar.

Dikatakan Rizaludin, potensi ZIS dan DSKL tingkat nasional sangat tinggi, yakni mencapai Rp 326,7 triliun. Namun per tahun 2021, realisasinya turun menjadi hanya 4,3 persen saja, yakni Rp 14,1 triliun.

"Untuk total target pengumpulan ZIS-DSKL Nasional tahun 2023, BAZNAS menargetkan penghimpunan Rp 33 triliun, yang terdiri dari Rp 9,2 triliun BAZNAS RI, 15,8 triliun BAZNAS Provinsi dan Kab/Kota, dan Rp7,9 triliun LAZ," ujar Rizaludin.

Untuk mencapai target demi kelancaran delapan Program Prioritas Nasional Tahun 2023, lanjut dia, maka BAZNAS harus bersinergi berbagai pihak, termasuk muzaki, perusahaan, maupun lembaga/instansi.

"Mari bergandengan tangan bersama BAZNAS, untuk memberi kesejahteraan kepada mustahik dan membantu peran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan," pungkasnya.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT