KPK Koordinasi CPIB Singapura Buru Buron Kasus E-KTP Paulus Tannos

ADVERTISEMENT

KPK Koordinasi CPIB Singapura Buru Buron Kasus E-KTP Paulus Tannos

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 25 Agu 2022 21:36 WIB
Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto memberikan keterangan pers penahanan buronan tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan (berdiri) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4/2021). KPK resmi menahan buronan KPK Samin Tan yang diduga memberi suap Rp5 miliar kepada Eni Maulani Saragih untuk kepentingan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Jakarta -

KPK menyampaikan perkembangan terkini soal pencarian buron di perkara e-KTP, Paulus Tannos. KPK telah berkoordinasi dengan pihak otoritas Singapura.

"Paulus Tannos, tentunya kami secara agency to agency, kita sudah mulai melakukan komunikasi," kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).

Karyoto menduga Tannos berada di Singapura. Menurutnya, KPK perlu berkoordinasi dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura terkait Tannos.

"Kalau Paulus Tannos kembali kita harus selalu koordinasi dengan CPIB sana. Karena walaupun dikatakan perjanjian ekstradisi antarkedua negara sudah ditandatangani. Namun demikian, peraturan pelaksanaan yang di kita... kemarin sudah koordinasi, belum dilaksanakan peraturan turunannya," kata Karyoto.

Karyoto menyebut KPK bakal berdiskusi dengan otoritas Singapura terkait tata laksana ekstradisi tersebut. Namun, hal itu bisa dilaksanakan jika aturan turunan ekstradisi telah rampung.

"Nanti kalau peraturan turunannya sudah siap, siapakah yang menjadi central authority di situ, kita akan melapor kepada central authority, untuk mengadakan kerja sama secara bilateral dalam hal upaya untuk melakukan penangkapan dan ekstradisi terhadap DPO-DPO yang diduga mungkin ada di Singapura," kata Karyoto.

Perkembangan DPO KPK

Tak hanya itu, Karyoto juga menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi dengan negara lain terkait DPO KPK yang masih belum ditangkap.

"Ya, baik di negara lain, keberadaan beberapa DPO, kita juga sudah mulai berkomunikasi," ujar Karyoto.

Karyoto menyinggung tak bisa terlalu aktif melakukan pencarian tanpa persetujuan otoritas setempat dalam melakukan pencarian. Namun, Karyoto tidak merinci negara mana yang dimaksud.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Ekstradisi Diteken, KPK Maksimalkan Upaya Pemeriksaan Paulus Tannos':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT