Banjir dan Longsor di Sorong Papua Barat, 2 Orang Tewas

ADVERTISEMENT

Banjir dan Longsor di Sorong Papua Barat, 2 Orang Tewas

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 24 Agu 2022 15:30 WIB
Warga berjalan menerobos banjir untuk mengungsi di kompleks Kokoda Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/8/2022). BPBD Kota Sorong menyebutkan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Selasa (23/8) dini hari di wilayah tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, satu orang luka berat dan 9.000 KK mengungsi. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/rwa.
Banjir di Sorong (ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA)
Jakarta -

Banjir dan tanah longsor melanda Kota Sorong, Papua Barat. Dua orang tewas akibat bencana tersebut.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengabarkan korban tewas merupakan satu keluarga. Risma mengatakan informasi korban banjir dan longsor itu masih data sementara.

"Itu satu keluarga. Ibunya meninggal, anaknya meninggal, bapaknya luka berat di rumah sakit," kata Risma saat mengunjungi Rumah Singgah Griya Sehat Bamuis BNI, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Risma mengatakan Kemensos telah mengirimkan bantuan untuk para korban banjir dan longsor yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat. Bantuan yang diberikan mulai makanan, pakaian, selimut, hingga tenda.

"Ada makanan untuk pengungsi yang rumahnya rusak, kemudian ada tenda, ada juga pakaian anak dan selimut," ucapnya.

BPBD Kota Sorong sebelumnya menyebutkan bencana banjir dan tanah longsor terjadi sejak Selasa (23/8) dini hari di wilayah tersebut. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.

Risma Beri Santunan ke Salma Penderita Gagal Hati

Sementara itu, dalam kunjungannya di Rumah Singgah Griya Sehat Bamuis BNI, Mensos Risma turut memberikan bantuan kepada anak penderita gagal hati bernama Alma. Ia mengatakan pihak Kemensos bekerja sama dengan platform KitaBisa untuk menghimpun bantuan dana.

"Ini sama seperti biasanya karena keterbatasan di kami, sehingga kami minta bantuan teman-teman KitaBisa," kata Risma.

Untuk kasus Alma, Kemensos memberikan bantuan berupa uang. Tak hanya uang, dana yang terkumpul sebelumnya juga digunakan untuk operasional lain.

"Sebetulnya biasanya sudah di-cover BPJS, tapi mereka masih butuh untuk operasional, contohnya susu khusus karena susah dicari," katanya.

Bantuan berupa dana yang diberikan Kemensos untuk Alma berupa uang sejumlah Rp 60 juta. Risma menyebut sebelumnya telah bertemu Alma beberapa waktu lalu ketika sedang berobat.

"Rp 60 juta, untuk satu anak Alma saja. Kalau yang tadi Alma gagal hati," katanya.

(dek/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT