ADVERTISEMENT

Peringati Hari Konstitusi, Bamsoet Bahas 3 Momen Penting Bulan Agustus

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 09:29 WIB
Ketua MPR Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Peringatan Hari Konstitusi sekaligus HUT Ke-77 MPR RI, digelar MPR RI secara hybrid pada hari Kamis (18/8), di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta. Tahun ini, tema yang diangkat adalah 'Konstitusi Sebagai Landasan Bagi Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi'

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin. Untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait pencegahan virus COVID-19, pihak penyelenggara bekerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden RI, secara ketat mengedepankan protokol kesehatan. Dari pantauan di lokasi acara, seluruh petugas dan tamu undangan mematuhi prokes yang ditetapkan, salah satunya kewajiban memakai masker.

Acara tersebut juga disiarkan melalui live streaming di berbagai media sosial. Sehingga rakyat yang tidak bisa hadir secara langsung, bisa turut menikmati gegap gempita dan khidmatnya acara.

Tepat Pukul 09.57 WIB Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, antara lain Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarifuddin Hasan, Hidayat Nur Wahid, Yandri Susanto, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad, serta Ketua lembaga-lembaga negara mendampingi Wapres RI memasuki ruangan acara.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diiringi paduan suara Gita Bahana Nusantara, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menaiki podium untuk menyampaikan kata sambutan.

"Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR Ke-77 kali ini terasa sangat istimewa, karena dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Prof. DR. K.H. Ma'ruf Amin, serta para pimpinan lembaga negara lainnya. Untuk itu, atas nama pimpinan dan anggota MPR, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden, dan para pimpinan lembaga negara, atas perkenanannya hadir memenuhi undangan kami, di tengah kesibukan Bapak/Ibu menjalankan tugas-tugas kenegaraan," kata Bamsoet dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Bamsoet mengingatkan pada bulan Agustus, setidaknya terdapat tiga peristiwa bersejarah penting yang bangsa ini peringati. Pertama, setelah dicengkram penjajahan selama berabad-abad, tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dengan satu tekad menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang bebas menentukan nasibnya sendiri, bangsa yang mandiri, berani bersikap dan bertindak secara berdaulat, bebas dari paksaan dan intervensi pihak-pihak lain.

Kedua, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ketiga, untuk melaksanakan amanat Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar, tanggal 29 Agustus 1945, dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai sebuah badan perwakilan, yang menjadi cikal bakal dibentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat.

"Untuk itu, ijinkan kami atas nama Pimpinan dan Anggota MPR menyerukan kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia, Merdeka! Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Konstitusi Indonesia, Dirgahayu Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia," seru Bamsoet seraya mengepalkan tangan.

Bamsoet menjabarkan di tanggal 17 Agustus 2022, bangsa Indonesia telah memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-77. Hari ini, tanggal 18 Agustus 2022, bangsa Indonesia memperingati Hari Konstitusi. Bamsoet berharap, peringatan hari-hari besar kenegaraan tersebut, tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi tanggung jawab sejarah bagi semua anak bangsa untuk meneguhkan arah cita-cita Indonesia merdeka.

"Jadikan momen peringatan ini menjadi momen terbaik untuk melakukan refleksi diri, sekaligus proyeksi ke depan. Melalui proses refleksi dan proyeksi ini diharapkan, pertama, kita dapat mengenali apa kelebihan dan kekurangan kita sebagai bangsa. Pelajaran baik di masa lalu yang harus kita pertahankan, dan pengalaman buruk yang harus kita tinggalkan. Kedua, kita dapat mengetahui ke mana kita akan menuju. Kita harus senantiasa terbuka atas perkembangan terbaik kehidupan umat manusia, guna memperkaya mutu kemanusiaan, dan mutu peradaban kita," ujar Bamsoet.

Lihat juga video 'Sidang Tahunan MPR, Bamsoet Puji Misi Perdamaian Jokowi di Ukraina-Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT