ADVERTISEMENT

Ketua MPR: Jadikan Peringatan Hari Konstitusi Momen Refleksi Diri

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 19:42 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR ke-77 harus dijadikan momentum untuk melakukan refleksi diri sekaligus proyeksi ke depan. Menurutnya, melalui proses refleksi diri dan proyeksi masyarakat Indonesia dapat mengenali apa kelebihan dan kekurangan kita sebagai bangsa.

"Jadikan momen peringatan ini menjadi momen terbaik untuk melakukan refleksi diri, sekaligus proyeksi ke depan. Pelajaran baik di masa lalu yang harus kita pertahankan, dan pengalaman buruk yang harus kita tinggalkan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).

Hal ini ia sampaikan di acara Peringatan Hari Konstitusi bertema 'Konstitusi Sebagai Landasan Bagi Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi' sekaligus HUT Ke-77 MPR RI di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Bamsoet juga mengatakan proses refleksi diri dan proyeksi dapat membantu bangsa mengetahui ke arah mana negeri ini akan menuju.

"Kita harus senantiasa terbuka atas perkembangan terbaik kehidupan umat manusia, guna memperkaya mutu kemanusiaan, dan mutu peradaban kita," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Bamsoet menyambut kehadiran Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta para pimpinan lembaga yang telah hadir di acara itu.

"Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR Ke-77 kali ini terasa sangat istimewa, karena dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. DR. K.H. Ma'ruf Amin, serta para Pimpinan Lembaga Negara lainnya. Untuk itu, atas nama Pimpinan dan Anggota MPR, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden, dan para Pimpinan Lembaga Negara, atas perkenanannya hadir memenuhi undangan kami di tengah kesibukan Bapak/Ibu menjalankan tugas-tugas kenegaraan," tuturnya.

Bamsoet mengungkapkan pada bulan Agustus setidaknya terdapat tiga peristiwa bersejarah penting yang diperingati bangsa Indonesia. Pertama, setelah dicengkram penjajahan selama berabad-abad, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dengan satu tekad, yakni menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang bebas menentukan nasibnya sendiri, bangsa yang mandiri, berani bersikap dan bertindak secara berdaulat, bebas dari paksaan dan intervensi pihak-pihak lain.

Kedua, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ketiga, pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat pada tanggal 29 Agustus 1945 sebagai sebuah badan perwakilan, yang menjadi cikal bakal dibentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat, untuk melaksanakan amanat Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar.

"Untuk itu, ijinkan kami atas nama Pimpinan dan Anggota MPR menyerukan kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia, Merdeka!!! Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Konstitusi Indonesia, Dirgahayu Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia," tandasnya.

Bamsoet berharap peringatan hari-hari besar kenegaraan tidak dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi tanggung jawab sejarah bagi semua anak bangsa untuk meneguhkan arah cita-cita Indonesia merdeka.

Selain Wakil Presiden, acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarifuddin Hasan, Hidayat Nur Wahid, Yandri Susanto, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad, serta Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus.

Hadir pula Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Isma Yatun, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD.

Simak juga 'Bamsoet: UUD 1945 Bukan Kitab Suci, Terbuka untuk Amandemen':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT