ADVERTISEMENT

Sekjen MPR: Konstitusi Harus Responsif terhadap Tantangan Global

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 18:09 WIB
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono mengatakan Hari Konstitusi tahun 2022 mengambil tema 'Konstitusi sebagai Landasan bagi Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pascapandemi'. Dia berharap peringatan ini dapat memperkuat konstitusi sebagai kaidah dan hukum dasar dalam rangka membangun masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

"Harapannya perekonomian kita ke depan semakin maju, adil dan produktif sehingga kita bisa merespons tren dan isu-isu global. Karena itulah, maka sebagai konstitusi yang hidup, tidak hanya menjadi suatu dokumen, tetapi responsif dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, mampu memanfaatkan peluang, dan menghadapi tantangan-tantangan khususnya tantangan global saat ini yang serba tidak pasti," kata Ma'ruf Cahyono dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).

Usai menghadiri peringatan Hari Konstitusi dan HUT Ke-77 MPR RI di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR/DPD, Jakarta, Ma'ruf menjelaskan peringatan Hari Konstitusi sekaligus memperingati HUT Ke-77 MPR RI merupakan rangkaian agenda ketatanegaraan setelah Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 16 Agustus 2022.

Mengutip sambutan Ketua MPR Bambang Soesatyo, kata Ma'ruf, pandemi COVID-19 telah meluluhlantakkan kesehatan, sekaligus menghantam perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Menurutnya, setelah lebih dari dua tahun bergulat dengan pandemi, saat ini kondisi kesehatan masyarakat berangsur pulih. Kehidupan dalam batas-batas tertentu pun mulai kembali normal.

Namun pemulihan ini sempat terhambat oleh konflik perang Rusia - Ukraina yang memperburuk ekonomi dunia. Akibatnya, kini dunia mengalami krisis, tak hanya krisis ekonomi, tapi juga krisis pangan dan energi.

Di samping itu, kata dia, laju inflasi juga terus mengalami kenaikan. Harga pangan dan energi yang melonjak dinilainya semakin membebani masyarakat yang baru bangkit dari pandemi. Bahkan ekonomi dunia kembali terancam resesi.

Oleh karena itu, Ma'ruf berharap lewat peringatan Hari Konstitusi ini, Indonesia dapat bangkit dengan berpegang kepada konstitusi sebagai landasannya. Dengan begitu kondisi perekonomian nasional pun semakin maju, sehingga bisa merespons isu-isu global.

"Karena itulah, konstitusi tidak hanya menjadi sebuah dokumen kenegaraan tetapi sebagai the living constitution harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, memanfaatkan peluang, dan menghadapi tantangan global saat ini," ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman itu.

Terkait dengan peringatan HUT Ke-77 MPR RI, dia menyebutkan MPR sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat. Karena itu pihaknya ikut berperan dalam membangun wacana dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Karena itu hubungan MPR dengan masyarakat akan harus semakin dekat. Dengan demikian aspirasi masyarakat akan bisa direspons secara baik dan semakin luas oleh MPR RI," ujar pria yang sedang menambah gelar doktornya pada program doktor Kajian Strategi dan Global Universitas Indonesia tersebut.

Menurutnya, MPR sebagai lembaga negara yang mengemban visi sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat, tetap memiliki tugas untuk membangun karakter bangsa melalui Sosialisasi 4 Pilar. Yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Lebih lanjut dia mengungkapkan MPR tidak hanya memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengaktualisasikannya ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Dalam rangka internalisasi Pancasila, maka diharapkan kehidupan bangsa akan semakin religius, semakin humanis, semakin nasionalis, dan demokratis serta berkeadilan dapat diwujudkan ke depan. Demokrasi yang kita bangun, yaitu demokrasi Pancasila sebagai pengawal kedaulatan rakyat, diharapkan prinsip utama dalam demokrasi, sebagai instrumen untuk merepresentasi kehendak rakyat, dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat," pungkasnya.

Simak Video 'Jokowi Siapkan Rp 608,3 T untuk Sektor Pendidikan di Tahun 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT