ADVERTISEMENT

Kemendagri Harap Kerja Sama Survei Demarkasi RI-Malaysia Semakin Baik

Hanifah Widyas - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 09:21 WIB
Kemendagri
Foto: Kemendagri
Jakarta -

Acara Special Meeting of The Joint Indonesia-Malaysia (JIM) kembali digelar secara tatap muka usai terkendala pandemi COVID-29. Persidangan Tahun 2022 ini dibuka dengan dengan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel El-Royale Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/8) kemarin.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus Ketua Delegasi Indonesia Suhajar Diantoro mengapresiasi kedua belah pihak atas terselenggaranya Persidangan Spesial Panitia Survei dan Penegasan Batas Internasional antara Indonesia dan Malaysia.

"Semoga kehadiran saya akan memperkuat hubungan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam bidang survei, dan demarkasi yang sudah terjalin agar menjadi lebih baik ke depannya," kata Suhajar dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8/2022).

Ia lanjut mengatakan persidangan kali ini merupakan forum untuk menjalin silaturahmi antarkedua belah pihak yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, melalui forum tersebut juga akan dibahas perkembangan survei demarkasi Tahun 2020 hingga saat ini serta menjadi ajang pengingat hasil persidangan ke-43 JIM Tahun 2019.

"Kami menyadari bahwa dengan penundaan pelaksanaan persidangan ke-44 Joint Indonesia-Malaysia akibat pandemi COVID-19, banyak kegiatan survei demarkasi dan permasalahan yang belum dibahas dan terlaksana oleh kedua negara," tuturnya.

Menurut Suhajar, kualitas kegiatan tersebut harus ditingkatkan dan penting untuk dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kedaulatan wilayah negara masing-masing dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat kedua negara di kawasan perbatasan.

"Saya yakin bahwa kedua belah pihak berkomitmen untuk mencari solusi bersama dan menyelesaikan permasalahan dalam upaya penegasan garis batas Indonesia-Malaysia," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suhajar juga mengapresiasi ujung tombak pemeliharaan pilar batas negara, yakni tim survei dan pasukan pengamanan perbatasan kedua negara.

"Diharapkan kita semua dapat terus menjaga api semangat dalam menjaga perbatasan dalam bidang survei demarkasi dalam keadaan apa pun seperti ini," ujarnya.

Ia berharap persidangan kali ini dapat dipenuhi dengan suasana persahabatan dan berjalan sukses sehingga mampu mencapai kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan kedua negara.

Sebagai informasi, usai membuka persidangan, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan dan penetapan ketua sidang untuk membahas sejumlah agenda terkait Program Survei Bersama Outstanding Boundary Problems (OBP).

Turut hadir dalam kegiatan Special Meeting of The Joint Indonesia-Malaysia, Boundary Committee on The Demarcation and Survey of the International Boundary Between Indonesia (Kalimantan Utara & Kalimantan Barat) and Malaysia (Sabah & Sarawak), di antaranya Ketua Delegasi Malaysia Dato' Haji Rosli bin Isa beserta rombongan delegasi.

Lihat juga video 'DPR Minta Ada Satgas Imbas 18 TKI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT