ADVERTISEMENT

Nasib Eks Walkot Cimahi Keluar Penjara Masuk Jeruji KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 20:01 WIB
Jakarta -

Alih-alih bahagia setelah keluar penjara, nasib mantan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AMP) justru berbeda. Ajay harus menerima kenyataan bahwa dia kembali ditangkap KPK sesaat setelah keluar dari balik jeruji besi.

Dirangkum detikcom, Kamis (18/8/2022), Ajay sebelumnya terjerat operasi tangkap tangan atau OTT KPK berkaitan dengan kasus suap perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda di Cimahi pada November 2020. Ajay saat itu diduga menerima suap Rp 3,2 miliar untuk pembangunan RSU Kasih Bunda. Uang itu berkaitan dengan perizinan pembangunan rumah sakit itu. Ajay pun ditahan KPK.

Ajay Didakwa Terima Suap Rp 1,6 M

Kemudian pada April 2021, Ajay mulai diadili di Pengadilan Tipikor Bandung. Ajay didakwa menerima suap hingga Rp 1,6 miliar.

Suap itu diberikan oleh Hutama Yonathan selalu Direktur Utama PT Mitra Medika Sejati sekaligus pemilik RSU Kasih Bunda. Menurut jaksa KPK, uang miliaran rupiah itu diberikan kepada Ajay dengan maksud agar proyek pengembangan RSU Kasih Bunda itu tidak dipersulit oleh Ajay yang kala itu menjabat Wali Kota Cimahi.

Divonis 2 Tahun Bui

Atas dakwaan itu, Ajay pun divonis hanya 2 tahun penjara. Vonis ini diketahui jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni 7 tahun penjara.

Saat itu, jaksa KPK dalam surat tuntutannya menuntut Ajay 7 tahun penjara dan uang pengganti sebesar Rp 7 miliar. Namun, di vonis hakim, Ajay hanya diminta membayar uang pengganti senilai Rp 1,5 miliar.

Ajay Kembali Ditangkap KPK

Eks Walkot Cimahi itu ditangkap lagi oleh KPK sesaat setelah keluar dari penjara. Ia pun menjadi tersangka dan kembali ditahan KPK dalam kasus suap gratifikasi yang melibatkan mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

"Berdasarkan fakta-fakta hukum pada persidangan Stepanus Robin Patuju dan Maskur Husain, ditemukan adanya dugaan perbuatan pidana korupsi pihak lain," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (18/8).

"Sehingga setelah melalui proses penyelidikan dan ditemukan adanya kecukupan alat bukti, maka KPK meningkatkan pada proses penyidikan, berupa dugaan perbuatan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Cimahi dan pemberian suap kepada Stepanus Robin Patuju dan Maskur Husain," lanjutnya.

Ajay terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan diborgol setelah diperiksa intensif oleh penyidik KPK. Dia terlihat digiring oleh penyidik KPK turun dari ruang pemeriksaan menuju ruang konferensi pers.

Simak konstruksi kasus suap Ajay di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT