ADVERTISEMENT

KPK Tahan Empat Tersangka Korupsi Laporan Keuangan PUTR Pemprov Sulsel

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 17:51 WIB
KPK Tahan Empat Tersangka Korupsi Laporan Keuangan PUTR Pemprov Sulsel (Hanafi-detikcom)
KPK Tahan Empat Tersangka Korupsi Laporan Keuangan PUTR Pemprov Sulsel (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK menahan empat tersangka tindak pidana korupsi dalam perkara laporan keuangan Sulawesi Selatan. Perkara ini merupakan pengembangan kasus yang menjerat eks Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Pantauan detikcom di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, pukul 17.15 WIB, Kamis (18/8/2022), para tersangka terlihat turun dari ruang pemeriksaan. Mereka telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan diborgol.

Para tersangka digiring oleh penyidik KPK turun dari ruang pemeriksaan menuju ruang konferensi pers. Nantinya, status penahanannya bakal diumumkan beserta konstruksi perkara yang menjeratnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut penyidik KPK telah mengumpulkan berbagai informasi dan bahan keterangan yang berasal dari fakta persidangan dan fakta hukum perkara eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Karena itu, KPK menetapkan perkara ini ke tahap penyidikan.

"Dari pengumpulan berbagai informasi maupun bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud termasuk fakta persidangan dan fakta hukum dari perkara tindak pidana Nurdin Abdullah, KPK kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2022).

Adapun tersangka yang telah ditetapkan KPK sebagai berikut:

Sebagai Pihak Pemberi:

1. Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai penerima:

1. Andy Sonny selaku Kepala Perwakilan BPK Sulawesi Tenggara/Mantan Kasuauditorat Sulsel I BPK Perwakilan Provinsi Sulsel;
2. Yohanes Binur Haryanto Manik selaku Pemeriksa pada BPK Perwakilan Provinsi Sulsel;
3. Wahid Ikhsan Wahyudin selaku mantan Pemeriksa Pertama BPK Perwakilan Provinsi Sulsel/Kasubbag Humas dan Tata Usaha BPK Perwakilan Provinsi Sulsel; dan
4. Gilang Gumilar selaku Pemeriksa pada Perwakilan BPK Provinsi Sulsel/Staf Humas dan Tata Usaha Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sulsel.

Diberitakan sebelumnya, KPK tengah memulai penyidikan kasus dugaan suap terkait pemeriksaan laporan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan suap yang menjerat eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus ini. Tiga tersangka itu terdiri dari dua penyelenggara negara dari lembaga audit dan satu pihak swasta.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di kantor Dinas PUTR Sulsel pada Kamis (21/7). Dari penggeledahan itu, KPK menemukan aliran dan permintaan dana di proses audit.

"Ini pengembangan dan kita ketahui ternyata ada aliran uang, ada permintaan uang terkait dengan proses audit seperti itu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (21/7).

Untuk diketahui, mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan kawan-kawan telah divonis dalam kasus suap dan gratifikasi. Agung Sucipto selaku kontraktor pemberi suap divonis 2 tahun penjara.

Sementara itu, mantan Kadis PUTR Sulsel Edy Rahmat divonis 4 tahun penjara. Kemudian Nurdin Abdullah dijatuhi vonis 5 tahun penjara serta denda Rp 500 juta.

(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT