ADVERTISEMENT

Eks Walkot Cimahi Suap Mantan Penyidik KPK Pakai Gratifikasi dari ASN

Muhammad Hanafi - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 17:37 WIB
KPK Kembali Tahan Eks Wali Kota Cimahi!
Eks Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AMP) (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

KPK menduga eks Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AMP) menerima gratifikasi berupa uang dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Cimahi. Ajay kemudian menggunakan uang itu untuk menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husein.

"Untuk uang yang diberikan AMP tersebut diduga berasal dari penerimaan gratifikasi yang diberikan oleh beberapa ASN di Pemkot Cimahi," kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (18/8/2022).

Namun, Karyoto tak merincikan jumlah uang hasil gratifikasi yang diterima Ajay. Dia memastikan KPK bakal terus mendalami gratifikasi tersebut.

"Masih akan terus dilakukan pendalaman," jelas Karyoto.

Dalam perkara ini, Ajay diduga berinisiatif mengamankan dirinya setelah mendapat informasi bahwa KPK sedang mengusut dugaan korupsi terkait penyaluran dana bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ajay pun kini ditahan KPK.

"AMP diduga berinisiatif untuk mengkondisikan agar jangan sampai KPK juga melakukan pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi," kata Karyoto.

Ajay berkenalan dengan warga binaan Lapas Sukamiskin, Bandung, yakni Radian Ashar dan Saiful Bahri. Dari pertemuan itu, keduanya merekomendasikan Stepanus Robin Pattuju, yang saat itu merupakan penyidik KPK.

Singkat cerita, Ajay melakukan pertemuan dengan Robin di sebuah hotel di Bandung. Dalam pertemuan itu, Robin menawarkan bantuan dengan syarat diberikan sejumlah uang.

"Stepanus Robin Pattuju diduga menawarkan bantuan pada AMP berupa iming-iming agar pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi oleh Tim KPK tidak berlanjut dan AMP nantinya juga tidak menjadi target operasi KPK dengan syarat adanya kesepakatan pemberian sejumlah uang," ucap Karyoto.


Karyoto menyebut Robin diduga meminta uang senilai Rp 1,5 miliar guna mengondisikan permasalahan Ajay. Namun, Ajay hanya menyanggupinya dengan nilai Rp 500 juta.

"Stepanus Robin Pattuju diduga sempat meminta uang Rp1,5 Miliar namun AMP menyanggupi akan memberikan uang hanya Rp 500 juta," ucapnya.

Akibat perbuatannya, Ajay disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT