ADVERTISEMENT

Jual Obat-obatan Terlarang, 20 Toko Kosmetik di Tangerang Ditutup!

Khairul Ma'arif - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 13:58 WIB
Poster
Ilustrasi obat (Edi Wahyono/detikcom)
Tangerang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menyita ribuan obat terlarang di 17 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Dari beberapa toko ditemukan ribuan obat-obatan terlarang.

"Dalam pengawasan bersama, kami menemukan 304 butir psikotropika, 6.712 butir Tramadol, 10.138 butir Trihexyphenydyl/Heximer, dan ribuan butir obat keras lainnya. Diperkirakan nilai ekonomi dari obat tersebut berkisar Rp 50 juta," ujar Kasi Farmasi dan Keamanan Pangan Dinkes Kabupaten Tangerang, Desi Tirtawati, dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).

Desi mengatakan ribuan obat tersebut berasal dari 20 toko yang tidak berizin di 17 kecamatan yang diperiksa. Alhasil, temuan obat-obat terlarang tersebut pun langsung diringkus dan diamankan.

"Jika tidak diawasi, obat tersebut berpotensi dibeli anak remaja dan rawan disalahgunakan, mengingat, obat tersebut tergolong jenis obat yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan semakin waspada terhadap peredaran obat terlarang. Menurutnya, distribusi obat yang tidak memiliki izin dapat membahayakan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kami akan rutin melakukan pengawasan. Sehingga diharapkan mutu dan keamanan obat yang beredar di Kabupaten Tangerang dapat terjamin bagi masyarakat," kata Desi.

Desi menjelaskan, tim gabungan ini terdiri dari Dinkes, Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM), Satpol PP, dan Apoteker Puskesmas se-Kabupaten Tangerang. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Fahrurozie menyebut dalam sidak tersebut pihaknya memberi tindakan berupa penutupan sementara terhadap toko yang sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda).

"Kami memutuskan dari 20 toko obat/kosmetik itu ditutup sementara dan tidak boleh digunakan," ucapnya.

Penghentian operasional sementara dilakukan setelah Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama sejumlah instansi meninjau ke lapangan.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT