ADVERTISEMENT

3 Perkara Baru di Depan Ferdy Sambo

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 11:52 WIB
Irjen Ferdy Sambo datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) Sambo diperiksa terkait dengan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya.
Irjen Ferdy Sambo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Ferdy Sambo kini dinanti perkara-perkara hukum lainnya yang akan segera dilaporkan ke penegak hukum.

Namun, tak hanya soal pembunuhan. Sejumlah dugaan tindakan Sambo lainnya juga muncul ke publik. Dugaan tersebut mulai dari dugaan percobaan menyuap hingga melakukan transfer rekening milik Yoshua.

Hal ini tak lepas dari upaya sang istri, Putri Candrawathi, yang diduga turut membantu suaminya dalam menciptakan skenario kasus ini. Putri membuat laporan dugaan pelecehan terhadap Yoshua, yang kini kasusnya telah disetop.

Bahkan Dirtipidum Bareskrim Polri mengungkap bahwa laporan dari pihak Putri tersebut merupakan upaya penghalang-halangan penyidikan penerapan Pasal 340 kepada Sambo, Bharada E, Bripka Ricky, dan Kuat Maruf.

Berikut tiga perkara baru yang sedang dihadapi Sambo:


KPK Usut Amplop Diduga Berisi Uang ke LPSK

LPSK mengungkap soal adanya amplop tebal yang disodorkan setelah bertemu dengan Irjen Ferdy Sambo. Amplop yang disodorkan itu disebut titipan dari 'Bapak'.

Cerita tersebut disampaikan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. Peristiwa itu terjadi saat LPSK mendatangi kantor Divpropam Polri pada Rabu (13/7) lalu.

Dua anggota staf LPSK mendatangi kantor yang dulu dipimpin Sambo. LPSK mendatangi kantor Sambo setelah 6 hari terungkap kabar tewasnya ajudan Sambo, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dua petugas LPSK mendatangi kantor Sambo. Saat itu Sambo bicara terkait pengajuan permohonan perlindungan untuk Bharada E dan juga istrinya, Putri Candrawathi.

Saat itu, salah satu petugas LPSK menunaikan ibadah salat. Sementara satu petugas LPSK lainnya masih berada di kantor Divpropam. Saat itulah penyodoran dua amplop tebal berwarna cokelat terjadi.

"Setelah pertemuan dengan Irjen Ferdy Sambo dan jeda menunggu kedatangan Bharada E, salah satu petugas LPSK menunaikan salat di Masjid Mabes Polri sehingga hanya ada satu orang petugas LPSK yang menunggu di ruang tunggu tamu kantor Kadiv Propam," kata Edwin kepada wartawan, Jumat (12/8).

Amplop cokelat tersebut disampaikan seseorang berseragam hitam dengan garis abu-abu. Berdasarkan cerita stafnya, amplop itu disebut sebagai titipan 'Bapak'.

"Menyampaikan titipan atau pesanan 'Bapak' untuk dibagi berdua di antara petugas LPSK. Staf tersebut menyodorkan sebuah map yang di dalamnya terdapat 2 amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm," ujarnya.

Atas dugaan suap tersebut, Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) melaporkan Ferdy Sambo ke KPK. Menurut Perwakilan TAMPAK Judianto Simanjuntak, dugaan suap Ferdy Sambo merupakan upaya menghalangi proses hukum (obstruction of justice) dalam kasus Brigadir J, sehingga perkara dugaan suap itu penting untuk diusut.

"Sisi lain pengusutan dugaan suap penting. Karena hal itu (Ferdy Sambo coba suap LPSK) bisa menghambat pengusutan kasus dugaan pembunuhan Yoshua (Brigadir J)," kata Judianto, Selasa (16/8/2022).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan suap tersebut. Nantinya, jika laporan itu layak, KPK bakal melakukan penyelidikan.

"Sepanjang ada laporan dan laporan tersebut layak untuk kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan, tentu akan kami tindak lanjuti," kata Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu, (17/8/2022).

Ghufron menjelaskan, secara prosedural, pihaknya bakal menindaklanjuti laporan itu untuk kemudian diputuskan apakah laporan itu masuk dalam tindak pidana korupsi.

Simak juga video 'Misteri 'Si Cantik' yang Bikin Ferdy Sambo Tak Pulang ke Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT