ADVERTISEMENT

Ditangkap Lagi, Eks Walkot Cimahi Pernah Suap Eks Penyidik KPK Rp 500 Juta

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 11:26 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna.
Ajay M Priatna (Yudha Maulana/detikcom)
Jakarta -

Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna kembali ditetapkan menjadi tersangka KPK lagi. Ajay diduga menerima gratifikasi di Pemkot Cimahi dan memberi suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Terkait pemberian suap ke AKP Robin, berdasarkan catatan detikcom, nama Ajay memang pernah muncul di dakwaan kasus suap AKP Robin. Dakwaan itu juga sudah diputuskan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dan sudah berkekuatan hukum tetap.

AKP Robin divonis 11 tahun penjara dan dinyatakan terbukti menerima suap, salah satunya dari Ajay senilai Rp 507.390.000.

Dalam dakwaan jaksa KPK yang dibacakan Senin, 13 September 2021, rangkaian pemberian suap ini terjadi pada sekitar Oktober 2020.

Saat itu jaksa KPK mengatakan AKP Robin bersama Agus Susanto dan Maskur Husain bertemu dengan seseorang bernama Saeful Bahri. Pada kesempatan tersebut, Maskur Husain menginformasikan terdapat kemungkinan Ajay Muhammad Priatna yang saat itu menjabat Wali Kota Cimahi sedang menjadi target KPK dan Saeful Bahri lalu meminta agar Ajay dibantu.

Saat itu Ajay kemudian ditemui dan diyakinkan oleh seseorang bernama Yadi bahwa di Bandung Barat sedang ramai kasus bansos dan dilidik oleh KPK, termasuk di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, serta Kota Cimahi. Saat itu disebutlah nama salah satu penyidik KPK bernama Roni yang pada akhirnya diketahui Roni itu adalah AKP Robin, disebut Robin ini bisa membantu Ajay agar terhindar dari kasus ini.

Berdasarkan masukan Yadi tadi, Ajay kemudian menemui AKP Robin di salah satu Hotel. Dalam pertemuan itu, Robin bersedia membantu AJay agar tidak masuk dalam penyidikan perkara bansos dengan imbalan sejumlah uang.

Mereka kemudian bertemu lagi pada 14 Oktober 2020 di kawasan Jaksel. Di sana lagi-lagi AKP Robin menyampaikan kesanggupannya membantu Ajay asalkan diberi uang Rp 1,5 miliar. Namun saat itu Ajay keberatan dan disepakatilah angka Rp 500 juta. Untuk uang muka, Ajay hanya mampu memberikan Rp 100 juta.

"Keesokan harinya, juga bertempat di penginapan Tree House Suite Jakarta Selatan, Evodie Dimas Sugandy (ajudan Ajay Muhammad Priatna) menyerahkan tambahan uang sejumlah Rp 387.390.000 dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Singapura, dan dolar Amerika Serikat kepada Terdakwa dan Maskur Husain dengan meletakkannya di sebuah kamar yang telah ditentukan, sebagaimana percakapan Ajay dengan Maskur," kata jaksa.

Sisanya diberikan pada 24 Oktober 2020 senilai Rp 20 juta. Uang itu diterima langsung oleh AKP Robin di rumah makan di kawasan Dago, Bandung.

"Bahwa untuk membantu Ajay Muhammad Priatna agar Kota Cimahi tidak masuk dalam penyidikan perkara bansos, Terdakwa dan Maskur Husain telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp 507.390.000. Uang tersebut kemudian Terdakwa dan Maskur bagi, di mana Terdakwa memperoleh Rp 82.390.000, sedangkan Maskur Husain memperoleh Rp 425.000.000," tegas jaksa saat itu.

Ajay Akui Serahkan Rp 500 Juta di Sidang

Ajay juga sudah memberikan kesaksian tentang pemberian uang ke Robin. Ajay mengakui telah memberikan uang ke Robin.

Ajay bersaksi pada 25 Oktober 2021 di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ajay mengatakan, untuk memenuhi permintaan Robin itu, dia meminta bantuan kepada Sekda Cimahi, Didik. Hingga akhirnya terkumpul uang senilai sekitar Rp 460 juta dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Singapura, dan dolar AS.

"Saya sampaikan ke Pak Didik ada masalah, segini masa dari saya semua? Bantuin-lah, tapi jangan dari uang negara ya. Jadi seadanya dari teman-teman bisanya berapa kurangnya, lalu saya tambahkan," ungkap Ajay.

Kemudian, jaksa KPK mengkonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Ajay yang menyatakan dia menyerahkan uang Rp 500 juta ke Robin. Hal itu pun diamini Ajay.

"Di BAP saksi nomor 6 poin 2 itu di rumah makan Panyahwangan Hotel Bilis ini itu ada negosiasi terkait permintaan uang di mana Robin meminta Rp 5 miliar, tapi kemudian saksi tolak dan nego akhirnya sepakat di angka Rp 500 juta?" tanya jaksa mengonfirmasi BAP.

Ajay membenarkan BAP itu. Namun, terkait angka itu, Ajay mengatakan tidak ada kesepakatan dari keduanya. Angka itu keluar secara tiba-tiba karena Ajay merasa takut dan panik lantaran diancam Robin.

"Tidak ada, Pak, itu (kesepakatan angka), itu juga saking bingungnya waktu itu kan penyidiknya udah gini ya, gimana baiknya sajalah," kata Ajay.

Lihat juga video 'Menteri ATR Copot Pejabat BPN Cimahi yang Terkena OTT Pungli':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT