ADVERTISEMENT

Terulang Lagi Cerita Koruptor Ditangkap KPK Usai Bebas dari Penjara

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 21:26 WIB
Ajay M Priatna (atas) dan Sri Wahyumi Maria Manalip
Foto: Ajay M Priatna (atas) dan Sri Wahyumi Maria Manalip (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Sepantasnya perasaan lega muncul bagi seorang terpidana ketika menjejakkan kaki keluar dari penjara. Namun hal itu hanya sejenak dirasakan seorang Ajay M Priatna sebab mantan Wali Kota Cimahi itu malah ditangkap KPK untuk yang kedua kalinya.

Cerita Ajay ini seolah dejavu. KPK sebelumnya pernah melakukan hal yang sama tapi pada seorang bernama Sri Wahyumi Maria Manalip yang tak lain adalah mantan Bupati Kepulauan Talaud.

Perjalanan Sri Wahyumi yang hobi ngegas jet ski itu memang cukup dramatis. Bermula pada 2019 saat Sri Wahyumi terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK karena menerima suap dari pengusaha. Si pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo menyuap Sri agar mendapatkan jatah penggarapan proyek di Talaud. Ada perantara yang merupakan anggota tim sukses Sri, namanya Benhur Lalenoh.

Sri Wahyumi dinyatakan menerima barang mewah dari Bernard senilai total Rp 491 juta. Ada telepon satelit, tas mewah Balenciaga dan Chanel, jam Rolex, dan perhiasan puluhan juta rupiah.

Singkatnya, Sri Wahyumi dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. Namun vonis itu dikorting Mahkamah Agung (MA) menjadi 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hukuman 2 tahun itu dilalui Sri Wahyumi di Lapas Kelas II-A Tangerang. Tercatat pada 29 April 2021 Sri Wahyumi bebas dari sel. Namun, pada hari yang sama, Sri Wahyumi langsung dijemput paksa KPK. Tak ayal, emosi Sri Wahyumi meledak!

Emosi di Balik Jeruji

Salah satu kebiasaan KPK masa kini adalah menampilkan tersangka yang berompi tahanan oranye ketika mengadakan jumpa pers. Namun ada yang berbeda saat KPK menetapkan Sri Wahyumi sebagai tersangka untuk kedua kalinya pada April 2021 itu.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat itu menyebut Sri Wahyumi tidak bisa dibawa ke ruangan jumpa pers lantaran emosinya yang bergejolak. Kondisi ini berlangsung beberapa hari.

"Tidak bisa menampilkan tersangka karena berupaya menyampaikan tapi kemudian, setelah akan dilakukan penahanan, keadaan emosi tidak stabil. Kami tidak bisa menampilkan yang bersangkutan," ucap Ali di KPK, Kamis (29/4/2021).

Selang beberapa hari kemudian, Ali mengabarkan perkembangan terkini kondisi Sri Wahyumi. Menurutnya kondisi Sri Wahyumi sudah lebih baik meski masih bergejolak.

"Sejauh ini informasi yang kami terima, emosi yang bersangkutan belum stabil. Namun sudah membaik dari sebelumnya," kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Meski begitu, Ali enggan menjelaskan secara spesifik bagaimana kondisi Sri Wahyumi di dalam Rutan KPK. Dia hanya memastikan pihak penyidik akan menyelesaikan berkas perkara Sri Wahyumi dalam waktu dekat.

"Tim penyidik segera menyelesaikan pemberkasan perkara tersebut. Kami pastikan setiap perkembangan penyidikan perkara ini akan kami informasikan kepada masyarakat," kata Ali.

Lihat juga video 'Petugas KPK Ubek-ubek Kantor Pemkab Pemalang':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT